Ratusan ASN Gelar Istisqa di Lapangan Tenis Setda Garut

Ratusan ASN Gelar Istisqa di Lapangan Tenis Setda Garut
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Sekitar 500 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Garut menggelar salat sunat istisqa di Lapangan Tenis Setda Garut Jalan Pembangunan. Salat memohon hujan turun itu dilakukan usai melaksanakan upacara bendera, Selasa (17/9/2019).

Sebagian mereka antusias membawa sendiri sajadah untuk tempat salat. Kendati pihak penyelenggara telah menggelar karpet merah untuk tempat salat tersebut.

Dalam wasiat khutbahnya usai salat sunat istisqa, Pimpinan Pondok Pesantren Al Masaadah Kecamatan Tarogong Kidul KH Aceng Abdul Rohman mengingatkan jamaah agar senantiasa bertaubat, beristighfar, dan menjauhi maksiat. Sebab, kemaksiatan merupakan penyebab kurangnya keberkahan sekaligus pengundang datangnya azab Allah SWT.

Dia menyebutkan, Sang Pencipa takkan menurunkan azab ke suatu kaum selagi kaum tersebut suka beristighfar. Beristighfar merupakan senjata ampuh menolak azab.

“(Kebanyakan) orang sekarang tak peduli dosa. Yang penting cari untung. Berapa banyak orang yang tak salat,  berzina terang-terangan ? Semua itu mengotori bumi ini, keberkahan berkurang, dan bisa menyebabkan azab Alloh turun. Karenanya, mari kita beristighfar, bertaubat sebelum ajal datang. Semoga permohonan kita agar hujan turun dikabulkan dengan hujan yang penuh barokah,” kata Aceng.

Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan menyebutkan salat istisqa digelar dengan alasan dalam beberapa bulan ini hujan tak pernah turun di Garut. Sehingga Garut darurat kekeringan, dan berdampak pada masyarakat kekurangan air, terutama petani.

Karenanya, dia mengajak jajaran pegawai Pemkab Garut salat istisqa agar hujan segera turun.

Tak semua peserta upacara bendera ternyata turut salat istisqa. Beberapa di antara mereka langsung bertolak menuju masing-masing tempat kerjanya, dan lainnya hanya menyaksikan dari jauh.

Beberapa di antara ASN bahkan sempat ragu kalau-kalau salat istisqa saat ini terlalu dini. Terlebih dilaksanakan di tempat terbatas dengan peserta sebatas para pegawai Pemkab Garut. Tak seperti biasanya jika salat istisqa digelar dengan melibatkan masyarakat berbagai kalangan, tua muda, bahkan menggiring hewan ternak ke lapangan sekitar lokasi salat.

Terlebih, sebagian menilai musim kemarau baru berlangsung sekitar lima bulan.

“Kemarau kan baru empat-lima bulanan. Meskipun di beberapa tempat mulai kekurangan air. Sawah, dan kebun kering, tapi kebanyakan itu di daerah dataran tinggi. Masyarakat yang kekurangan air bersih juga masih bisa ditangani, belum gawat-gawat amat. Situ Bagendit masih ada air. Cimanuk juga belum kering. Apa memang sudah pas waktunya salat istisqa sekarang?” ujar salah satu ASN.

Yang lainnya menimpali, kalaupun memang mau digelar istisqa, alangkah baiknya jika digelar di daerah yang memang paling terdampak kekeringan hingga mengalami krisis air.

“Salat istisqa itu kan isinya taubat. Lantas mau turun bagaimana rahmat Allah yang berupa hujan, kalau tetap saja bermaksiat, berdusta, dan korupsi?” katanya. (Zainulmukhtar)

Loading...