Instrat: Penanganan Kesejahteraan dan Harga Bahan Pokok Di Jabar Dinilai Belum Memuaskan

Instrat: Penanganan Kesejahteraan dan Harga Bahan Pokok Di Jabar Dinilai Belum Memuaskan
Foto: Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung - Indonesia Strategi Institute (Instrat) sempat melakukan survei satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Tercatat 56% masyarakat merasa puas dan 44% tidak puas. 

Meskipun begitu, terdapat sejumlah permasalahan yang mesti digarisbawahi, khususnya dalam urusan kesejahteraan. Hal tersebut tampak dari hasil survei instrat yang di lakukan Agustus 2019 ini. Di mana urusan yang paling tidak puas dari persepsi masyarakat yaitu kesejahteraan yang hanya mencapai 19%, lapangan pekerjaan 16% dan harga bahan pokok 9%. 

"Ketiga masalah itu belum terasa oleh masyarakat sehingga masyarakat tidak puasa atas pemerintah terkait penanganan, kesejahteraan, lapangan pokok dan harga sembako," ujar Direktur Eksekutif Instrat Jalu Priambodo, saat ditemui di dalam acara diskusi Publik, di salah satu cafe di Jalan terusan Cigadung, Kota Bandung, Selasa (17/9/2019). 

Adapun masyarkat yang merasa puas atas pelayanan pemerintah yaitu urusan kerukunan mencapai 66%, kemudian disusul dengan bencana alam 61% dan kebebasan sebanyak 61%. 

Dari sisi kebahagiaan masyarakat Jawa Barat tahun 2019 meningkatkan meskipun tidak signifikan, tahun 2019 tingakat kebahagiaan masyarakat sebesar 90% sedangkan tahun 2017 89%. Sedangkan kata Jalu, tingkat ke banggaan masyarakat menjadi warga Jawa Barat menurun, tahun 2017 ketingkat kebanggaan masyarakat mencapai 93% dan tahun 2019 91%. 

Menurut Jalu, ada tiga program yang paling dirasakan masyarakat untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, yaitu Desa Digital, Jabar Quick Respons (JQR), dan Kredit Mesra. Dia menilai, tiga program tersebut akan mempu melindungi masyarkat dalam urusan kesejahteraan, lapangan kerja dan harga sembako.

"Kan mayoritas di Jabar adalah Desa, dan yang dirasakan manfaatnya karena fokus membenahi desa. Kedua adalah JQR ini terkait dengan kebencaan dan aspirasi publik. Akan tetali JQR ini perlu dibuat lebih membumi dari sisi bahasa agar mudah dimengerti. Ketiga adalah Kredit Mesra di Kota Bandung yang bisa ditarik ke Jabar. Karena bnyak orang membutuhkan modal usaha dengan problem lapangan pekerjaan," katanya.

Dia katakan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum harus mampu mengoptimalkan tiga program tersebut. Sekalipun banyak program yang sudah diluncurkan, itu akan menjadi bias jika tidak difokuskan.

"Kan program yang sudah dilaunching itu terlalu banyak. Maka lebih baik difokuskan pada tiga program tadi, karena itu bisa mengcover permasalahan masyarakat Jabar," ucapnya. 

Adapun terkait kondisi finansial saat ini 41% mengatakan bahwa setuju kondisi ekonomi saat ini sedang menurun, dan sebanyak 72% mengatakan bahwa setuju kondisi ekonomi saat ini sedang membaik. 

Diketahui survei ini dilakukan terhadap 405 responden di 27 kota kabupaten di Jawa Barat, terpilih secara acak menggunakan multi stage random ini mencoba menjawabnya. (Rianto Nurdiansyah) 

Loading...