KPK Ajukan Banding Atas Vonis Bupati Cianjur

KPK Ajukan Banding Atas Vonis Bupati Cianjur

INILAH, Bandung- Setelah masa tujuh hari pikir-pikir, akhirnya KPK melakukan banding atas putusan hakim Tipikor Bandung yang memvonis Bupati Cianjur non aktif Irvan Revano Muchtar selama lima tahun. Banding juga berlaku untuk tiga terdakwa lainnya.

“Memori banding dari KPK sudah kami terima Jumat kemarin, melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Negeri Bandung,” kata Panitera Muda Tipikor PN Bandung Yuniar Rohmatulloh saat ditemui di kantornya, Jalan RE Martadinata, Selasa (17/9/2019).

Sementara itu, Senin (16/9/2019), pengacara Irvan Revano juga melakukan banding atas upaya banding KPK. Sedangkan tiga terdakwa lainnya tidak melakukan banding karena pada saat putusan dibacakan mereka menerima putusan tersebut.

Menurut Yuniar, pihaknya akan memproses atas banding KPK tersebut untuk selanjutnya di tindaklanjuti ke Pengadilan Tinggi Bandung. “Kami ada waktu 14 hari untuk memprosesnya setelah itu kami akan kirimkan memori banding dari KPK dan kontra memori banding dari pihak pengacara Irvan Revano,” ujarnya.

Menurut Yuniar, dalam proses ini, khusus untuk Irvan bisa melakukan upaya banding dan kontra banding, sedangkan tiga terdakwa lainnya hanya melakukan kontra banding saja.

Seperti diketahui sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara kepada Bupati Cianjur nonaktif, Irvan Revano Muchtar. Terdakwa Irvan dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan fisik SMP di Kabupaten Cianjur.

Sebelumnya, PU KPK menuntut agar Irvan dihukum 8 tahun penjara, denda Rp 500 subsidair 6 bulan penjara. Irvan juga dituntut hukuman tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 900 juta serta dicabut hak politiknya selama 5 tahun. Sementara dalam putusan hakim tidak ada pencabutan hak politik dan juga dikenakan denda lebih rendah, sementara uang pengganti malah oleh hakim ditiadakan alias tidak dikenakan denda.

Selain Irvan, eks Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi divonis dengan hukuman yang sama dengan tuntutan PU KPK, yakni 4 tahun. Rosidin (eks Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Cianjur) divonis 5 tahun. Tubagus Cepy Septhiady (kakak ipar Irvan) divonis 5 tahun penjara. Vonis tersebut lebih ringan 2 tahun dari tuntutan PU KPK. (Ahmad Sayuti)

Loading...