Pembangunan TPAS Pasaleman Terancam Gagal

Pembangunan TPAS Pasaleman Terancam Gagal
Foto: Net

INILAH, Cirebon - Rencana Pemkab Cirebon membangun Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Desa Cigobang Wangi, Kecamatan Pasaleman, terancam gagal. Gara-garanya, penolakan warga sekitar.

Beberapa waktu lalu, PLt Bupati Cirebon Imron Rosyadi memberi sinyal tetap akan mengakomodir keinginan warga, dan tidak mau memaksakan kehendak. Hanya saja di sisi lain, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PKB, Mat Saleh menilai tidak ada yang salah dari rencana Pembangunan TPAS tersebut. 

Menurutnya, kalau saja sebagian besar warga menolak maka Pemkab harus melakukan pendekatan emosional dan melakukan sosialisasi secara benar. Hal itu agar, masyarakat sekitar mengerti apa sebenarnya tujuan dari pembangunan TPAS itu.

"Saya ini orang cirebon timur asli, tahu betul karakter masyarakat disana. Mungkin Pemkab kurang menyentuh pada subatansi saat sosialisasi, karena masyarakat pernah trauma saat ada rencana serupa di wilayah ciledug," kata Mat Saleh, Rabu (18/9/2019).

Pembangunan TPAS yang lokasinya berada di tengah, otomatis bisa membawa dampak buruk, apalagi berkaitan dengan polusi. Namun dampak positifnya, bisa mengurangi resiko banjir yang sering melanda wilayah Cirebon Timur. Untuk itu, pihaknya meminta Pemkab kembali mengadakan pertemuan secara berkala dengan warga sekitar, supaya ada solusi terbaik.

"Plus minusnya pasti adalah. Sayangnya saya belum bisa berkomentar terlalu jauh, karena di dewan sendiri belum ada pembentukan komisi komisi, nanti saya salah ngomong," ungkapnya.

Sementara, wakil pimpinan dewan sementara dari Fraksi PDIP, Rudiana mengatakan hal yang sama. Rudiana menilai, sejak awal ada kesalahan sosialisasi yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (LH). Harusnya, LH memberikan sosialisasi secara berkala, dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Pasalnya, dilapangan juga kadang camat melakukan sosialisasi tanpa melibatkan LH.

"Kalau masyarakat menolak, wajar juga. Mereka khawatir dampak yang akan ditimbulkan ketika TPAS sudah ada. Ini kan tugasnya LH, harusnya mereka bisa meyakinkan dampak baik dan bisa memberikan solusi apa dari dampak buruknya bagi masyarakat," jelas Rudiana.

Sebelumnya, Pemkab Cirebon sudah menganggarkan Rp6 milliar untuk pengadaan tanah TPAS, dengan luas sekitar 5,5 hektare. Ini sudah yang ke dua kalinya DPRD Kabupaten Cirebon mengesahkan anggaran tersebut, dan selalu tidak terealisasi. Padahal rencananya, akhir bulan September ini, pembebasan lahan sudah harus terwujud. (Maman Suharman).
 

Loading...