'Extra Time' untuk Dugaan Kebocoran Soal Ujian Tertulis di Pikades Hambalang

'Extra Time' untuk Dugaan Kebocoran Soal Ujian Tertulis di Pikades Hambalang
Foto: Reza Zurifwan
INILAH, Citeureup- Pemkab Bogor akhirnya memberikan perpanjangan waktu kepada tim sukses bakal calon Kepala Desa Hambalang Maryoto untuk bisa membuktikan dugaan kebocoran soal ujian tertulis.
 
"Setelah kami menerima laporan dari semua pihak yang terkait, akhirnya Pemkab Bogor memberikan waktu hingga Kamis pukul 24.00 WIB kepada tim sukses bakal calon Kepala Desa Hambalang Maryoto untuk membuktikan dugaan kebocoran soal ujian tertulis," ucap Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor Renaldi kepada wartawan, Rabu (18/9).
 
Ia menambahkan apabila tim sukses bakal calon Kepala Desa Hambalang Maryoto dapat membuktikan dengan alat bukti dan saksi serta sudah dilaporkan kepolisian, maka Pemkab Bogor akan melakukan uji tertulis ulang seperti tuntutannya.
 
"Jika penyidik kepolisian menyatakan terbukti ada kebocoran soal ujian tertulis, maka itu berarti terjadi pencideraan proses penseleksian bakal calon Kepala Desa Hambalang hingga proses uji tertulis akan kami ulang," tambahnya.
 
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Ade Jaya Munadi menuturkan dalam pembuatan soal ujian dilakukan oleh Camat Citeureup Asep Mulyana Sudrajat dan guru sudah dilakukan sesuai prosedur karena sebelumnya panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) Hambalang tidak sanggup dalam membuat soal ujian tertulis.
 
"Pembuatan soal ujian sudah sesuai prosedur dan ketika Camat Citeureup Asep Mulyana Sudrajat memperbanyak soal ujian dengan memfoto copy soal itu dia tunggu, hingga beliau merasa yakin soal ujian tertulis tersebut tidak bocor ke pihak lain sehingga menuntungkan salah satu bakal calon kepala desa. Kami mempersilahkan tim suksss bakal calon Kepala Desa Hambalang Maryoto untuk membuktikan dugaannya," tutur Ade
 
Suhartono selaku tim sukses bakal calon kepala desa Hambalang Maryoto mengaku walaupun sulit dirinya cukup optimis timnya bisa membuktikan dugaan kebocoran soal ujian tertulis.
 
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar sebelum Hari Jumat (20/9) sudah ditemukan minimal dua alat bukti yang sudah dilaporkan ke pihak kepolisian sebelumnya karena mayoritas masyarakat Desa Hambalang berkeinginan agar pproses ujian tertulis bakal calon Kepala Desa Hambalang diulang," tukas Suhartono. (Reza Zurifwan)