LPS: Jangan Mudah Tergiur Bunga Bank Tinggi

LPS: Jangan Mudah Tergiur Bunga Bank Tinggi
Foto: Net

INILAH, Semarang - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur dengan suku bunga tinggi yang diberikan perbankan saat berencana menyimpan uang, berbentuk tabungan maupun deposito di bank.

"Banyak nasabah yang tidak dapat menerima klaim karena bank tempat mereka menyimpan uang maupun deposito memiliki suku bunga yang tinggi, melebihi ketentuan LPS," kata Sekretaris LPS Muhamad Yusron saat temu media di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/9/2019).

Ia menjelaskan, suku bunga bank yang sesuai ketentuan LPS, tidak boleh lebih dari 6,75% untuk bank umum dan 9,25% untuk bank perkreditan rakyat (BPR).

LPS, kata dia, tidak akan membayarkan klaim jaminan simpanan di bank, jika suku bunga yang diberikan oleh bank melebihi ketentuan LPS sehingga masyarakat diimbau untuk lebih cermat memilih bank.

Yusron mengungkapkan hingga saat ini ada 99 bank bermasalah yang ditangani LPS dan akhirnya diputuskan untuk dilikuidasi. Dari total bank yang dilikuidasi tersebut, total pinjaman mencapai Rp1,763 triliun dan yang dinyatakan layak bayar sekitar 82,81%, atau Rp1,460 triliun. Sedangkan yang tidak layak bayar mencapai 17,15%, atau mencapai Rp302.350 miliar.

Menurut dia, rata-rata yang menjadi penyebab nasabah masuk dalam kategori tidak layak bayar LPS adalah ada indikasi praktik perbankan yang tidak sehat baik oleh pengurus maupun pemegang saham sehingga kinerja keuangan bank menjadi buruk karena suku bunga tidak memenuhi standar yang ditetapkan LPS. "Selain itu, bank mempunyai kredit macet serta bisa juga karena data nasabah tidak masuk pembukuan bank," ujarnya. (INILAHCOM)