KPK: Pemberantasan Korupsi Tetap Jalan

KPK: Pemberantasan Korupsi Tetap Jalan
Foto: Net

INILAH, Jakarta - Setelah DPR bersama Pemerintah mengesahkan Revisi Kedua UU KPK kemarin, Pimpinan menegaskan pada seluruh Pegawai KPK agar tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Ketua KPK Agus Raharjo lewat sebuah email, menyampaikan pada seluruh internal KPK untuk tetap melakukan tugas pemberantasan korupsi.

"Ikhtiar kita melawan korupsi tidak boleh berhenti. Kami langsung pada kalimat inti ini agar kita paham dan tidak ragu sedikitpun untuk tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya," ujar Agus, Rabu (18/9/2019).

Meski dalam keadaan sulit, dijepit antara Revisi UU KPK serta sentimen negatif pimpinan KPK yang baru, Agus meminta insan KPK saat ini, tetap menjalankan tugas menjaga asa rakyat yang percaya pada lembaga antirasuah dalam memerangi korupsi.

"Kami memahami bahwa KPK tidak boleh patah arang dan berhenti melakukan tugas Pemberantasan Korupsi," tegasnya.

Menyikapi Revisi UU KPK yang baru, KPK bakal mempelajari poin demi poin yang disahkan DPR kemarin.

"Pimpinan telah membentuk Tim Transisi yang menjalankan tugas-tugas prinsip seperti melakukan analisis terhadap materi-materi di RUU KPK yang telah disahkan di Paripurna tersebut, mengidentifikasi konsekuensi terhadap kelembagaan, SDM dan pelaksanaan tugas KPK baik di Penindakan ataupun Pencegahan dan unit lain yang terkait, serta merekomendasikan tindak lanjut yang perlu dilakukan secara bertahap pada Pimpinan," ungkapnya.

KPK mengucapkan terimakasih pada seluruh masyarakat yang selama berminggu-minggu menunjukkan sikap dan suara yang tegas untuk mengawal pemberantasan korupsi. Suara ribuan Guru Besar dan Dosen di sejumlah kampus yang tersebar di Indonesia, suara mahasiswa, pemuka agama dan tokoh masyarakat serta masyarakat sipil lainnya. Meskipun mungkin suara-suara penolakan terhadap Revisi UU KPK tersebut tidak didengar hingga RUU tetap disahkan, namun KPK tetap mengajak semua pihak untuk menjadikan ini momentum untuk semakin memperkuat peran masyarakat mengawal pemberantasan korupsi.

"KPK juga mengajak agar masyarakat lebih kuat melakukan kontrol terhadap kerja KPK ke depan. Karena masyarakat adalah korban dari korupsi yang sesungguhnya," tandasnya.

Dalam sejarahnya, baik di Indonesia atau di negara manapun di dunia, ikhtiar pemberantasan korupsi memang selalu harus melewati rintangan demi rintangan. Kami akan berupaya semaksimal mungkin melewatinya bersama-sama dengan seluruh pihak yang bersedia menjadi bagian dari gerakan antikorupsi ini. (INILAHCOM)

Loading...