Ini Tersangka Baru Laka Beruntun Cipularang KM 91

Ini Tersangka Baru Laka Beruntun Cipularang KM 91
Kapolres Purwakarta, AKBO Matrius. (Foto: Asep Mulyana)

INILAH, Purwakarta- Polres Purwakarta, menetapkan tersangka lain dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan 20 kendaraan di ruas Tol Cipularang KM 91+200 jalur B beberapa waktu lalu. Tersangka kali ini, yakni dari pihak perusahaan jasa transportasi atau pemilik dua dumptruk maut  yang jadi penyebab kecelakaan.

Kapolres Purwakarta, AKBO Matrius menuturkan, pascapenetapan dua tersangka dalam kecelakaan karambol itu, pihaknya terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut terkait. Apalagi, kecelakaan yang menewaskan delapan warga ini, terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya, faktor kelalaian manusia (human error) serta adanya pelanggaran lainnya, yakni kelebihan muatan.

“Kami sudah menetapkan satu tersangka baru dalam kasus kecelakaan tersebut,” ujar Matrius kepada INILAH, Rabu (18/9/2019).

Matrius menjelaskan, tersangka baru ini berinisial MM. Tersangka, merupakan Manajer operasional dari perusahaan dump truk yang terlibat kecelakaan. Adapun perusahaan itu, yakni PT JTJ asal Jakarta.

“Dari hasil pengembangan, dalam kecelakaan ini disinyalir ada pembiaran dari pihak perusahaan terkait muatan yang dibawa oleh dua dumtruk tersebut. Padahal, jika merujuk pada ketentuan, kapasitas dum truk tersebut hanya 12 ton, namun dumptruk tersebut justu membawa 37 ton muatan,” jelas dia.

Menurut Matrius, tak menutup kemungkinan bakal ada tersangka lain dalam kasus kecelakaan ini. Apalagi, dari hasil penyelidikan, kedua dum truk ini terbukti over kapasitas dan melebihi dimensi yang telah diatur.

“Kalau kendaraan, dari hasil pemeriksaan itu menyatakan layak jalan. Ini karena over kapasitas saja. Sehingga, kendaraan tak terkendali,” kata dia.

Matrius menambahkan, untuk tersangka baru ini pihaknya tak melakukan penahanan. Karena, merujuk pada undang-undang nomor 22 tahun 2019, perusahaan yang melanggar dikenakan pasal 315 dengan sanksi administrative, atau ganti rugi kerusakan, termasuk pembekuan izin. (Asep Mulyana)

Loading...