Pacu Sosialisasi Program Unggulan

Pacu Sosialisasi Program Unggulan

 

INILAH, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memacu sosialisasi program-program unggulannya agar lebih dikenal masyarakat. Langkah ini diambil setelah sebuah lembaga, Instrat, merilis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum belum meyakinkan.

Sejatinya, satu tahun kepemimpinan Emil-Uu, berbagai program unggulan sudah diluncurkan Pemprov Jabar. Dari sektor pendidikan, ekonomi, pariwisata, hingga keumatan. Puluhan program tersebut ditujukan kepada masyarakat dari pedesaan hingga perkotaan.

Meski begitu, dari hasil survei Indonesia Strategic Institute (Instrat) terkait kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu (Rindu), 44 persen menyatakan tidak puas.

Ketidakpuasan itu, merujuk survei Instrat kepada 405 responden acak di 27 kabupaten/kota di Jabar, mengerucut pada masalah kesejahteraan, lapangan pekerjaan, hingga harga bahan pokok. 

Pemprov Jabar akan menjadikan hasil survei Instrat tersebut sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di berbagai sektor.

Pemprov Jabar pun mengapresiasi peran Instrat sebagai lembaga survei sekaligus wadah bagi suara masyarakat dalam mengeluarkan pendapat juga masukan terhadap pemerintah, ucap Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi Jabar, Hermansyah.

Terkait beberapa program seperti Jabar Quick Response (JQR), Kredit Mesra, Jabar Saber Hoaks, Magrib Mengaji, dan Layad Rawat dengan persentase dikenal kurang dari 20 persen, Pemdaprov Jabar akan berusaha untuk lebih gencar melakukan sosialisasi program tesebut.

Selain itu, Pemprov Jabar menilai masih ada waktu yang cukup untuk memaksimalkan penerapan program-program unggulan yang diusung Emil-Uu hingga akhir jabatan kepemimpinan keduanya di 2023.

Adapun dalam survei yang sama, Instrat juga merilis tiga program unggulan yang populer di masyarakat, yakni Bus Wisata (31%), Desa Digital (22%), dan Mobile Puskesmas atau MPUS (18%).

Dari ketiga program itu, Pemprov Jabar mencoba menghadirkan inovasi di bidang pariwisata hingga kesehatan serta berupaya untuk mengurangi kesenjangan antara ekonomi perdesaan dan perkotaan.

Untuk Bus Wisata, Pemprov Jabar telah memberikan hibah 13 unit bus di tahap pertama pada Desember 2018 dan akan menambah hibah 38 unit Bus Wisata di akhir 2019.

Terkait Desa Digital, pemasangan wifi menjadi fokus pertama Pemprov Jabar. Sebab, jika koneksi internet desa baik, program lain seperti Sapa Warga hingga One Village One Company (OVOC) bisa terealisasi.

Desa Digital Jawa Barat pun mendapat apresiasi dari OpenGov (organisasi bertaraf internasional yang khusus memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintahan) yakni penghargaan 'Recognition of Excellence 2019' Juli lalu.

Meski JQR, menurut survei, masih perlu digencarkan sosialisasinya agar dikenal masyarakat, program ini hingga 31 Juli 2019 alias 312 hari setelah diluncurkan sudah menerima 57.187 aduan, merespons 34.364 aduan, dan berhasil menindak 404 aduan.

Terlepas dari ketidakpuasan yang mengiringi satu tahun kepemimpinan Emil-Uu, hasil survei Instrat lainnya pada awal September 2019 menyebut bahwa 91% warga Jabar bangga menjadi warga Jabar.

Survei itu pun menjadi kebanggaan sekaligus pelecut semangat bagi kami untuk meningkatkan kinerja agar semakin banyak lagi warga yang bangga jadi warga Jabar, terutama menuju visi Jabar Juara Lahir dan Batin, tutup Hermansyah. (ing)

 

 

Loading...