Perbaikan Jalur Penghubung Cisaat, Impian Lama Abah Arman

Perbaikan Jalur Penghubung Cisaat, Impian Lama Abah Arman

INILAH, Purwakarta – Abah Arman  (59) mendadak semringah. Raut kegembiraan, tergambar sangat jelas dari wajah kakek renta asal Kampung/Desa Cisaat, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta itu.

Bagaimana tidak, impian memiliki infrastruktur layak yang selama ini di idam-idamkan dia bersama warga lain di kampungnya, akhirnya terlaksana. Kini ia tak gusar lagi, karena dalam waktu dektat ini Pemkab Purwakarta akan membangunkan jalan impiannya itu melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Saat ditemui, Bah Arman mengaku sangat bersyukur. Apalagi, jalur penghubung yang akan dibangun tersebut, selama ini merupakan akses utama mobilitas warga. Namun, sebelumnya aktifitas warga teranggu, lantaran kondisinya yang tak memadai.

“Selama ini, jalan tersebut menjadi akses utama warga di sini. Namun kondisinya rusak. Sehingga, sulit dilewati, apalagi jika musim hujan,” ujar Arman, Jumat (20/9/2019).

Dia menjelaskan, sebagian besar warga di desanya berprofesi sebagai petani. Selama ini, jalur pengubung tersebut juga menjadi akses andalan mereka untuk membawa hasil pertaniannya. Makanya, dia bersama warga lain di kampungnya sangat bersyukur jalur tersebut akan diperbaiki melalui program TMMD.

“Kalau jalannya sudah bagus, otomatis kegiatan warga akan lebih terbantu lagi. Anak-anak bisa lebih cepat menuju sekolah, warga bisa lebih cepat jika hendak menuju jalur utama Cibatu,” jelas dia.

Menurut dia, dengan dibangunnya jalan penghubung tersebut, geliat perekonomian masyarakat di wilayah ini dipastikan berangsur meningkat. Dengan kata lain, akses darat yang memadai ini nantinya akan berimplikasi pada roda perekonomian masyarakat di dua desa beda kecamatan itu.

Sebelumnya, Dandim 0619 Purwakarta, Letkol Arm Yogi Nugroho menjelaskan, saat ini jajarannya kembali diperbantukan oleh pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur dan sarana pokok masyarakat. Di program TMMD ke 106 ini, ada dua kegiatanyang akan dilakukan. Yakni, kegiatan fisik dan non fisik.

“Prajurit TNI AD kembali dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur. Untuk kegiatan fisik, kami akan membangun dan melakukan pengecoran jalan sepanjang 650 meter yang merupakan akses penghubung desa, termasuk pelebarannya menjadi 4 meter. Kemudian, membangun gorong-gorong dan Tembok Penahan Tebing (TPT)," ujar Yogi kepada Okezone, belum lama ini.

Yogi menjelaskan, selain pembangunan fisik dalam program TMMD kali ini pihaknya juga diperbantukan untuk membangun pembangunan kegiatan non fisik yang di antaranya rehab rumah tidak layak huni (Rutilahu, pembangunan poskamling, serta penyempurnaan bangunan masjid yang ada di desa tersebut.

Untuk kegiatan pembangunan infrastruktur sendiri, sambung dia, pihaknya menerjunkan sedikitnya 150 personel TNI AD. Pihaknya menargetkan, pembangunan infratruktur layak bagi masyarakat ini bisa rampung selama 30 hari kedepan.

“Untuk kegiatan ini, akan dimulai awal Oktober mendatang. Kami targetkan, sebulan kedepan bisa rampung,” jelas dia.

Dia menambahkan, dalam pembangunan infrastruktur ini seluruh unsur yang ada akan terlibat. Termasuk, keterlibatan dari masyarakat sekitar. Sehingga, pihaknya memastikan target tersebut akan terealisasi tepat waktu.

Karena, kata dia, dalam program ini intinya tak sebatas membangun infrastruktur, melainkan upaya membangun kebersamaan dan menguatkan jiwa nasionalis masyarakat melalui gotong royong.

Terkait anggarannya sendiri, tambah dia, yakni bersumber dari APBD Purwakarta tahun 2019. Untuk nilainya, mencapai Rp 1,7 miliar. Adapun dalam hal ini, jajarannya hanya sebatas membantu pengerjaan pembangunannya saja. (Asep Mulyana)

Loading...