GP Ansor Usulkan Insentif Bulanan Guru Ngaji Ditambah

GP Ansor Usulkan Insentif Bulanan Guru Ngaji Ditambah
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bogor mengunjungi Kantor Redaksi Inilah Bogor di Jalan Pandawa Raya Blok A1/2, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (19/9/2019). 

Rombongan GP Ansor menyampaikan akan menggelar Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kota Bogor dan Konferensi Cabang (Konfercab) GP Ansor pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Selain itu, dalam agenda Konfercab itu akan disampaikan beberapa rekomendasi untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Mulai dari insentif guru ngaji hingga rekomendasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor.

Ketua GP Ansor Kota Bogor Rahmat Imron Hidayat mengatakan, maksud kunjungan mereka adalah bersilaturahmi dengan Inilah Bogor, karena pihaknya akan menggelar agenda besar sebagai kado terindah untuk santri Kota Bogor, selain itu ada juga Konfercab yang akan melahirkan beberapa rekomendasi untuk Pemkot Bogor.

"Fokus utama kita adalah HSN dan Konfercab yang akan melahirkan rekomendasi. Sala satunya adalah insentif guru ngaji yang masih minim. Kami mengusulkan besaran insentif itu ditambah dari saat ini per triwulan Rp300 ribu menjadi Rp1 juta per bulan. Selain itu akan ada kejutan bagi santri Kota Bogor di Hari Santri Nasional tahun 2019 ini," kata pria yang akrab disapa Romy dikantor Inilah Bogor.

Romy melanjutkan, selain itu ada rekomendasi bagi BUMD Kota Bogor, soal LGBT, soal Kota Bogor menjadi kota toleran dan lainnya, ini bertujuan agar GP Ansor Kota Bogor juga berkontribusi dalam masukan untuk Pemkot Bogor. Jadi bisa bersinergi antara Pemkot Bogor dengan GP Ansor, seain itu dengan media tentunya sangat ingin bersinergi salah satunya seperti kegiatan hari ini.

"Kami mengharapkan support dari media untuk acara gebyar hari santri nasional tingkat Kota Bogor, kami mengajak semua media untuk menjadi media partner dalam hari santri Kota Bogor. Kami juga mengajak masyarakat untuk berkontribusi, baik dalam acara hari santri maupun dalam hal menghilangkan LGBT serta mendukung Kota Bogor sebagai kota toleran," tegasnya.

Sementara itu, Steering Committee (SC) HSN tingkat Kota Bogor Budi Kurniawan mengatakan agenda HSN tingkat Kota Bogor.

"Kegiatan lebih awal dari jatuhnya HSN dikarenakan adanya persiapan pemberian kado terbaik untuk para santri dan kyai di Kota Bogor. Selain itu akan dilaksanakan Konfercab GP Ansor untuk melaksanakan regenerasi kepemimpinan. Dari tahun ke tahun, GP Ansor Kota Bogor regenerasi bisa tetap menunjukkan eksistensinya," ujar Budi.

Budi melanjutkan, sebelum puncak acara kegiatan ada juga kegiatan pada 19 Oktober 2019 yaitu latihan kepemimpinan dasar yang diikuti lebih dari 300 santri. Keesokan harinya, Konfercab GP Ansor akan melibatkan 3.000 santri dan 200 alim ulama se-Kota Bogor.

"Kegiatan-kegiatan ini untuk menunjukkan dimasa kepengurusan, Rahmat Imron Hidayat ingin memberikan yang terbaik. Karena dia sudah pamit tidak akan maju kembali menjadi ketua GP Ansor Kota Bogor," tambahnya. (Rizki Mauludi)

Loading...