Saudi Aramco Telah Keluar dari Serangan “Lebih Kuat dari Sebelumnya”

Saudi Aramco Telah Keluar dari Serangan “Lebih Kuat dari Sebelumnya”
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Riyadh - Saudi Aramco telah keluar dari serangan 14 September terhadap instalasi minyaknya "lebih kuat dari sebelumnya", kata Kepala Eksekutif Amin Nasser kepada pegawai di dalam satu pesan.

"Kebakaran yang dimaksudkan untuk menghancurkan Saudi Aramco memiliki konsekuensi yang tak diharapkan: Semuanya menggembleng 70.000 dari kita di seluruh misi untuk bangkit dengan cepat dan percaya diri. Dan Saudi Aramco telah keluar dari peristiwa ini lebih kuat daripada sebelumnya," kata pesan itu, yang dikeluarkan pada hari nasional Arab Saudi, yang dirayakan pada 23 September, sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu.

Arab Saudi pada Rabu (18/9) memperlihatkan sisa-sisa yang digambarkannya sebagai pecahan peluru kendali jelajah dan "drone" milik Iran yang digunakan dalam serangan terhadap instalasi minyak Arab Saudi. Riyadh mengatakan mereka "tak dapat mengelak" bukti agresi Iran.

Sebanyak 25 pesawat tanpa awak dan rudal ditembakkan ke dua pabrik minyak pada serangan pekan lalu, termasuk kendaraan udara tanpa awak (UAV) Iran Delta Wing dan rudal jelajah "Ya Ali", ungkap juru bicara Kementerian Pertahanan, Kolonel Turki Al-Maliki.

"Serangan berasal dari arah utara dan tak dapat diragukan lagi didukung oleh Iran," kata dia saat konferensi pers. "Bukti ... yang anda lihat di depan anda, membuat (negara) ini 'tak bisa berkutik'."

Iran membantah keterlibatan apapun dalam serangan yang mulanya mengurangi produksi minyak Arab Saudi. Seorang penasihat presiden Iran mencuit di Twitter bahwa konferensi pers tersebut membuktikan Arab Saudi "tak tahu apa-apa".

Kelompok gerilyawan Al-Houthi Yaman, yang bersekutu dengan Iran dan memerangi koalisi militer pimpinan Saudi, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. (Antara)

Loading...