Bebersih Bandung Jilid 2: Peduli Taman dan 100% ODF 

Bebersih Bandung Jilid 2: Peduli Taman dan 100% ODF 
(Istimewa)

INILAH, Bandung - Beresih Bandung Jilid 2 yang digagas oleh Forum Bandung Sehat (FBS) berjalan sukses. Ribuan orang berkumpul di Balai Kota Bandung untuk membersihkan pusat kota, Sabtu (21/9/2019). Belum lagi di aktivitas "beberesih" di 151 kelurahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. 

Ketua Forum Bandung Sehat, Siti Muntamah Oded mengungakapkan, Beresih Bandung Jilid 2 ini merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan rasa cinta warga terhadap kotanya. Dengan turun tangan "beberesih" di seluruh sudut kota, terbangun kesadaran warga akan pentingnya partisipasi dalam pembangunan.

"Harapannya adalah 4 tahun ke depan di kepemimpinan Kang Oded ini bisa kita pertahankan dan kita tingkatkan," ujar wanita yang karib disapa Umi Oded itu.

Kali ini, Beresih Bandung Jilid 2 mengangkat tema Peduli Taman dan 100% ODF (Open Defecation Free, atau terbebas dari buang air sembarangan). ODF merupakan standar bagi sebuah kota. Syaratnya, seluruh rumah telah memiliki fasilitas sanitasi yang baik, terutama jamban sehat dan terstandar.

Sayangnya, akses sanitasi di Kota Bandung saat ini baru mencapai 63,19%. Artinya masih ada 36,81% rumah yang belum memiliki saluran pembuangan limbah yang layak atau dibuang ke sungai.

Hal inilah yang menjadi perhatian FBS dalam melaksanakan programnya hingga 2020 mendatang. FBS ingin fokus pada pemenuhan 100% ODF sebagaimana yang dicanangkan oleh WHO.

Umi mengaku, optimis Kota Bandung bisa menuntaskan masalah ini. Melihat antusiasme warga terhadap kegiatan Beresih Bandung, ia percaya bahwa perubahan perlahan bisa dilakukan.

"Ini adalah energi yang luar biasa karena Kota Bandung ini akan keluar dari status kurang baiknya menjadi status yang membahagiakan kita semuanya, karena kota ini lebih sehat karena tidak terlabelkan bab sembarangan," ucapnya.

Sepanjang tahun ini FBS telah melakukan sosialisasi dan advokasi kepada warga agar mereka bisa membangun septic tank yang layak. Sebab dalam menentukan standar ODF ini, setiap rumah harus memiliki saluran pembuangan limbah tersebut, baik dengan membuat sendiri di rumah. 

Selain itu bisa juga tersambung dengan septic tank komunal, atau terhubung dengan saluran pengolahan limbah milik PDAM Tirtawening.

Hasilnya upaya tersebut cukup menggembirakan. Sebagian besar solusi yang diambil adalah pembuatan septic tank komunal. 

Umi menjelaskan, satu septic tank komunal bisa menampung pembuangan limbah domestik dari 2-3 RT atau setara dengan 150 rumah.

"Di Ujungberung akan ada 6 septic tank yang akan dibangun. Kalau 1 septic tanknya ada 200 (rumah yang terhubung) berarti ada 1200 KK (kepala keluarha) yang insyaallah akan memiliki jamban sehat," bebernya.

Pada saat meninjau pelaksanaan Beresih Bandung Jilid 2 tadi, Umi beserta Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengunjungi salah satu titik pemukiman terpadat di Kota Bandung,  Babakan Ciamis. Di lokasi itu, data menunjukkan bahwa masih ada rumah yang membuang limbah domestik ke Sungai Cikapundung yang membelah pemukiman tersebut.

Namun, warga telah mengupayakan mencari lahan untuk membangun septic tank komunal. Hasilnya, akan ada 2 septic tank komunal di kawasan tersebut pada akhir tahun ini. Warga membangunnya dengan swadaya.

"Tadi kita sudah bertemu dengan Pak RW-nya, Pak DKM yang sudah merencanakan jalur hijau di sekitar sungai, plus membangun septic tank komunal, ada 2 yang insyaallah direncanakan pada akhir tahun ini. Satu septic tank komunal bisa dirasakan manfaatnya oleh 2-3 RT. Jadi saya bangga sekali, baru diajak warga Kota Bandung sudah merespon," ujarnya.

FBS, kata Umi, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung untuk bersama-sama menuntaskan persoalan ini. Ia berharap ada respon positif dari aparatur kewilayahan untuk mengakselerasi tercapainya target 2020 Kota Bandung 100% ODF.

"Dua bulan sekali kita akan lakukan evaluasi, seperti apakah pemetaan yang dilakukan oleh para camat, seperti apakah kendala yang dihadapi, dan bagaimana respon masyarakat. Jika diperlukan FBS akan turun," tegasnya.

Ia berharap, cara tersebut bisa menurunkan angka pembuangan limbah domestik ke sungai secara signifikan. 

"Yang kita harapkan adalah Kota Bandung ini kategorinya kota yang sehat, nyaman, yang sungainya tidak tercemar oleh bakteri e. coli," tuturnya. (Okky Adiana)

 

Loading...