Pokmas Petarung Awasi Tata Ruang Ketersediaan Air

Pokmas Petarung Awasi Tata Ruang Ketersediaan Air
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang pada Kementrian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Wisnubroto Sarosa mengatakan, masyarakat yang berada di sekitar situ, danau, dan waduk harus terus diberikan pemahaman agar tidak melakukan pelanggaran tata ruang dengan mendirikan pemukiman ataupun bangunan lainnya. 

Menurutnya, keberadaan danau itu relatif penting untuk menjaga ketersediaan air untuk pertanian. Selain itu, air pun diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan keberlangsungan energi listrik. Untuk tetap menjaga kelestarian sumber air itu pihaknya membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) yang memiliki kepedulian terhadap tata ruang di sekitar situ, danau, dan waduk. 

Pokmas yang dibentuk di masing masing daerah sekitar situ, danau, dan waduk itu dibekali wawasan dan pengetahuan menyangkut tata ruang dan zonasi. Serta memiliki peta kawasan dan peratuan tata ruang yang menegaskan mana lahan yang boleh dibangun dan tidak.

"Pokmas Petarung (Peduli Tata Ruang) ini kan mereka berada disini. Mereka membantu pemerintah untuk mematau dan melapor jika terjadi pelanggaran. Ketika mulai tumbuh bangunan harus segera dibatasi. Tapi mereka ini tidak boleh mengambil tindakan sendiri. Pengawasan dan penanganan juga melibatkan pemerintah atau dinas dinas setempat," kata Wisnubroto usai menghadiri workshop Pokmas Petarung di Situ Sipatahunan, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (22/9/2019).

Dia menegaskan, keberadaan Pokmas yang konsen terhadap tata ruang dan zonasi kawasan danau itu tersebar di semua wilayah Indonesia. Salah satunya seperti yang ada di kawasan Danau Toba. Di sana terdapat Pokmas Sadar Wisata (Darwis). Sedangkan, di Jabar dibentuk di wilayah situ, danau, dan waduk yang menjadi bagian dari DAS Citarum, Ciliwung, dan Cisadane. (Dani R Nugraha)

Loading...