Hingga September 2019, Garut Alami 273 Kali Bencana

Hingga September 2019, Garut Alami 273 Kali Bencana
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Selain termasyhur memiliki banyak tempat wisata alam menarik, Kabupaten Gaurt juga dikenal sebagai daerah rawan berbagai jenis bencana. Peristiwa alam itu kerap terjadi di Garut yang memiliki wilayah luas terdiri atas daratan pegunungan diselingi banyak air terjun, dan sungai, serta perairan pantai membentang luas.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, daerah ini memiliki potensi bahaya bencana yang setiap saat. Bencana bisa terjadi di musim hujan atau kemarau. Potensi itu mulai dari longsor, pergerakan tanah, banjir, angin puting beliung, gempa bumi, gelombang tinggi, letusan gunung, kekeringan, hingga kebakaran lahan hutan.

"Di Garut, bencana terjadi setiap bulan dengan frekuensi berbeda setiap tahunnya," kata Kepala BPBD Garut Firman Karyadin, Minggu (22/9/2019).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Rachmat Supriatin menyebutkan, selama Januari-September itu pihaknya mencatat ada sebanyak 273 kali bencana yang terjadi. Kejadian itu meliputi bencana banjir, longsor, pergerakan tanah, gempa bumi, gelombang tinggi, angin puting beliung, kebakaran lahan hutan hingga rumah rubuh, termasuk orang tenggelam.

"Total nilai kerugian material akibat bencana tersebut mencapai lebih dari Rp10 miliar. Bencana selama kurun waktu tersebut mengakibatkan sedikitnya lima korban meninggal dunia, 17 korban luka, dan sebanyak 149 KK setara 597 jiwa sempat mengungsi," ujarnya.

Selain itu, sebanyak 22 unit bangunan rumah hancur, 103 unit lainnya rusak berat, 112 unit rusak sedang, dan 116 unit rusak ringan. Sebanyak 106 unit bangunan rumah terancam, dan sebanyak 773 rumah terendam. Plus, sebanyak 23 unit sekolah, 8 unit tempat ibadah, puluhan hektare sawah, kebun, lahan hutan, dan fasilitas umum juga rusak akibat bencana.

Sementara itu, pada periode yang sama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut mencatat terjadi sebanyak 157 kali bencana. Termasuk, 73 kejadian di antaranya kebakaran.

Kepala Bidang Jaminan Perlindungan Sosial Dinsos Garut Heri Gunawan menyebutkan, total nilai kerugian material yang diakibatkan bencana itu mencapai sekitar Rp14,7 miliar.

"Akibat bencana dalam rentang waktu tersebut sebanyak 214 rumah hancur, 86 unti lainnya rusak berat, 264 unit rusak sedang, 174 unit rusak ringan, 4 unit terancam, dan 106 rumah terendam. Sebanyak 584 kk setara 2.544 jiwa warga mengungsi," sebutnya. (Zainulmukhtar)

Loading...