Usut Pencatut Kadis LH Kabupaten Bogor!

Usut Pencatut Kadis LH Kabupaten Bogor!
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cileungsi- Banyak yang mencatut nama Kepala Dinas LH Kabupaten Bogor. Polisi harus bertindak secara tegas.

Penindakan penanganan tercemarnya Sungai Cileungsi dimanfaatkan oknum konsultan perizinan maupun oknum masyarakat yang mengaku sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup maupun jaksa dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

Para oknum nakal ini tidak hanya membuat surat rekomendasi UKL UPL palsu, juga nekat menelepon beberapa manajemen pabrik untuk memintai uang jutaan rupiah. Tindakan jahat  mereka seakan menari di atas penderitaan masyarakat Kecamatan Klapanunggal, Gunung Putri, Cileungsi, bahkan Kota Bekasi yang sulit dalam mencari air bersih di musim kemarau.

Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin yang mendapatkan perilaku jahat oknum masyarakat tersebut meminta Polres Bogor atau aparat hukum lainnya segera menindaknya.

“Kami minta aparat hukum terutama Polres Bogor menindak tegas oknum masyarakat yang membuat rekomendasi UKL UPL palsu dan mengaku-ngaku sebagai Kepala DLH Kabupaten Bogor maupun jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor. Hukum saya minta harus menjadi panglima setiap ada pelanggaran hukum,” pinta Burhanudin, Minggu (22/9).

Kepala DLH Kabupaten Bogor Panji Ksatriyadji mengimbau para manajemen pabrik untuk berhati-hati. “Manajemen pabrik terutama 54 pabrik yang bermasalah saya minta hati-hati karena ada oknum masyarakat yang meminta uang jutaan rupiah mengatasnamakan saya selaku Kepla DLH Kabupaten Bogor,” ucap Panji.

Ia menambahkan akibat tidak mau tertipu, bahkan ada manajemen pabrik yang datang ke kantornya membawa amplop cokelat berisikan uang jutaan rupiah, dengan tegas mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) itu pun menolaknya.

“Hari  Jumat kemarin ada pihak manajemen pabrik yang datang ke Kantor DLH Kabupaten Bogor untuk memberikan uang jutaan rupiah yang dibungkus amplop cokelat. Dengan tegas saya pun menolaknya karena saya tidak pernah meminta uang. Saya sendiri hanya mengenal pihak manajemen PT Kahaptex yang permah saya tutup pipa Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) ilegalnya sedangkan manajemen 53 pabrik lainnya saya tidak kenal," tambahnya.

K (usia 40 tahun) salah satu supervisor marketing salah satu pabrik di Klapanunggal menceritakan awalnya ada orang yang mengaku Kepala DLH Kabupaten Bogor Panji Ksatriyadji yang menawarkan bantuan karena pabrik tempat ia bekerja termasuk 54 pabrik yang bermasalah dengan IPAL.

“Oknum yang mengaku sebagai Kepala DLH Kabupaten Bogor Panji Ksatriyadji pertama menelepon ke telepon kantor kami. Dalam pembicaraan itu oknum tersebut mengaku bisa membantu permasalahan IPAL asalkan ada uangnya.

Untungnya sebelum melakukan pemberian uang tim terpadu penangganan pencemaran Sungai Cileungsi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik kami hingga kami terhindar dari penipuan," tutur K.

Sebelumnya DLH Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor dan Kodim 0621 kembali melakukan  sidak ke pabrik-pabrik yang diduga menjadi penyebab tercemarnya Sungai Cileungsi dan menemukan dokumen  rekomendasi UKL UPL palsu di salah satu pabrik 'nakal' tersebut.

“Hari ini selain menutup IPAL pabrik laundry yang tidak memenuhi standar di Klapanunggal dan Gunung Putri kami juga menemukan dokumen rekomendasi UKL UPL bertanda tangan Kepala DLH Kabupaten Bogor yang dipalsukan," ucap Endah Nurmayanti Kabid Pengendalian Lingkungan Pencemaran Lingkungan DLH Kabupaten Bogor Rabu (11/9) lalu.

Dia menerangkan dalam keterangan pihak manajemen pabrik tersebut ternyata dokumen rekomendasi UKL UPL tersebut didapat dari konsultan perizinan atau mitra dari pabrik tersebut.

“Pemalsuan dokumen UKL UPL ini katanya diduga dilakukan oleh konsultan perizinan, karena pihak manajemen pabrik  menyerahkan perizinan tersebut ke pihak konsultan. Masalah tersebut kami serahkan ke pihak manajemen pabrik karena merekalah pihak yang dirugikan atas terbitnya dokumen rekomendasi UKP UPL palsu,” terangnya. (Reza Zurifwan)

Loading...