Perang AS VS Iran di Depan Mata

Perang AS VS Iran di Depan Mata
Foto: Net

INILAH, Jakarta – Perang antara AS melawan Iran benar-benar di depan mata setelah kedua negara saling mengirim "sinyal". Setelah AS menyatakan akan mengirimkan pasukan ke Arab Saudi menyusul serangan terhadap fasilitas perminyakan negara itu, kali ini giliran Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pasukan asing mengancam keamanan kawasan Teluk.

Presiden Rouhani mengatakan hal itu dalam acara peringatan permulaan perang Iran-Irak tahun 1980-1988, dan di sela-sela serangkaian parade militer di Teheran dan kota-kota lain.

"Pasukan asing dapat menyebabkan masalah dan mengacaukan keamanan bagi rakyat dan kawasan kami," kata Rouhana dalam pidato yang disiarkan televisi, Minggu (22/9/2019).

Ia lantas menyebut pengiriman pasukan asing ke kawasan Teluk di masa lalu sebagai "bencana".

"Jika mereka tulus, mereka semestinya tidak menjadikan kawasan kami sebagai lokasi perlombaan senjata... Semakin jauh Anda menjauh diri dari kawasan kami dan negara-negara ini, maka kawasan ini akan semakin aman," katanya memperingatkan.

Presiden Hassan Rouhani menyampaikan peringatan tersebut dua hari setelah AS mengumumkan rencana mengirim pasukan ke Arab Saudi. Pengiriman pasukan ditempuh menyusul serangan terhadap infrastruktur minyak di negara sekutu AS itu.

Menurut Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, pengiriman pasukan dilakukan atas permintaan bantuan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Dikatakan, pasukan AS tersebut akan fokus pada peningkatan pertahanan udara dan rudal. Di samping itu, AS juga akan "mempercepat pengiriman peralatan militer" ke kedua negara.

Sejauh ini belum ada rincian lebih lanjut tentang jenis pasukan yang akan dikirim maupun jumlahnya secara pasti.

Serangan terhadap kilang minyak Arab Saudi pada tanggal 14 September telah diklaim dilakukan oleh pemberontak Houthi di Yaman, yang didukung Iran.

Akan tetapi AS dan Arab Saudi meyakini Iran sebagai otak di balik serangan yang berdampak pada pasokan minyak global.tersebut.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi telah pula menunjukkan barang-barang yang diklaim sebagai puing-puing pesawat nirawak dan rudal jelajah yang membuktikan keterlibatan Iran dalam serangan tersebut. (INILAHCOM)

Loading...