Bisakan IHSG Ciptakan Peluang Bangkit?

Bisakan IHSG Ciptakan Peluang Bangkit?
Foto: Net

INILAH, Jakarta – Secara teknikal IHSG terjatuh setelah break out support factal yang berada di kisaran 6.190. Pelemahan IHSG di saat indikator Stochastic dan RSI telah berada pada area oversold pada parameter lebih cepat.

"Sehingga kami perkirakan pergerakan teknikal rebound cukup membuka peluang pada perdagangan selanjutnya pada rentang pergerakan 6.100-6.220 kata analis saham Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, Selasa (24/9/2019).

Saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan Rabu (25/9/2019) diantaranya saham LSIP, JPFA, BRPT, HMSP, UNVR, ASII, ADRO, ITMG, TINS, WSKT, WIKA, LPKR.

IHSG pada penutupan kemarin berakhir melemah 1,1% atau 68.59 poin ke level 6.137,61 dengan aksi jual investor asing sebesar Rp773,17 miliar. Saham-saham pertambangan (-1.99%) memimpin pelemahan setelah RUU pertambangan meningkatkan kekhawatiran investor akan perbaharuan kontrak yang sebentar lagi kadaluwarsa.

Saham UNTR (-4.07%), ADRO (-5.47%) dan INCO (-4.71%) turun lebih dari sepersen. Aksi demo mahasiswa yang merupakan terbesar sejak demo mahasiswa tahun 1998 silam menyita perhatikan dan meningkatkan kekhawatiran investor akan kondusifitas aktifitas bisnis di Indonesia.

Investor melakukan aksi panic selling disaat mayoritas bursa saham Asia menghijau alhasil IHSG melemah cukup dalam hingga lebih dari sepersen. Nilai tukar rupiah kembali terdepresiasi sebesar 0.21% kelevel Rp14.114 per US$. (INILAHCOM)