AKIP Kabupaten Bogor Rendah, TPP ASN Akan Disesuaikan

AKIP Kabupaten Bogor Rendah, TPP ASN Akan Disesuaikan
(Foto: Reza Zurifwan)

INILAH, Cibinong - Masih rendahnya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bogor dengan jumlah point 61 akan disikapi Bupati-Wakil Bupati Bogor.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan yang ditemui usai acara pisah sambut Kapolres Bogor mengatakan jajarannya menevaluasi kinerja para ASN karena  berdasarkan laporan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kinerja Pemkab Bogor Tahun 2019 oleh  Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pointnya cuma 61 atau B.

"Masih ada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang kurang memuaskan masyarakat seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) hingga angka kepuasan layanan di Kabupaten Bogor pointnya 61, ini akan kami benahi secara bertahap," kata Iwan kepada wartawan, Rabu (25/9).

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan pembenahan yang akabn dilakukan adalah akan disesuaikannya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)  dengan kinerja pelayanan para ASN.

"Disesuaikannya TPP dengan presentase kepuasan  kinerja para ASN ini sudah disetujui oleh KemenPAN-RB dan mungkin akan baru dilakukan pada tahun 2020 mendatang," tambahnya.

Iwan menjelaskan dengan disesuaikannya TPP dengan presentase kepuasan kinerja para ASN diharapkan memotivasi para aparatur daerah hingga point kepuasan pelayanan meningkat dari 61 ke angka yang lebih tinggi.

"Target kami point kepuasan pelayanan dari masyarakat Kabupaten Bogor meningkat dari 61 ke point yang lebih tinggi atau dari B ke BB maupun A," jelas Iwan.

Ia melanjutkan berdasarkan hasil survey jajarannya pengurusan perijinan maupun data kependudukan belum sesuai target hingga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait akan terus dievaluasi kinerjanya.

"Berdasarkan hasil survey pengurusan izin maupun pengurusan data kependudukan yang harusnya 1 hingga 14 hari kerja dilapangan masih dua hingga tiga bulan, hingga secara periodik akan terus dievaluasi agar kinerja mereka bisa sesuai target yang kami berikan," lanjutnya. (Reza Zurifwan)