Meski Kemarau, Petani di Karawang Masih Produktif

Meski Kemarau, Petani di Karawang Masih Produktif

INILAH, Karawang – Para petani di Kabupaten  Karawang, ternyata cukup produktif mengolah lahan pertaniannya. Terbukti, di musim kemarau seperti sekarang ini saja mereka mampu panen dengan hasil yang cukup memuaskan.

Memang, dalam hal ini ada keterlibatan pihak pengelola Waduk Jatiluhur, yang dalam hal ini PJT II Jatiluhur. Mengingat, suplai air dari untuk pertanian mereka masih terjaga kendati kondisi waduk buatan itu sendiri sedang kering. Sehingga, tak heran jika petani ini bisa masih tetap produktif di sektor pertaniannya.

Direktur Utama PJT II Jatiluhur, U Saefudin Noer mengaku, pihaknya turut berbangga karena ternyata di puncak musim kemarau seperti sekarang ini masih ada areal pesawahan di Karawang yang masih produktif. Lokasinya, Desa Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat.

“Kemarin, kami menyaksikan langsung ada sekitar 484 hektare lahan di lokasi tersebut yang sedang panen,” ujar Saefudin kepada wartawan, Jumat (27/9/2019).

Dia menjelaskan, selama ini area pesawahan tersebut tersuplai air dari saluran induk Tarum Utara cabang Barat atau ruas B Blok KW 8. Dengan keberhasilan panen para petani di wilayah ini, berarti pengelolaan air yang dilakukan perusahaannya berjalan baik.

“Ini adalah keberhasilan bersama antara pengelola air dan masyarakat yang bisa mengoptimalkan air ditengah musim kering yang panjang ini,” kata dia.

Dia kembali menjelaska, areal irigasi saluran induk Tarum Utara Cabang Barat tersebut selama ini merupakan satu kesatuan sistem irigasi daerah irigasi Tarum Utara dengan total luasan areal pesahannya lebih dari 45.000 hektare. 

Adapun sistem irigasi ini memiliki sumber air irigasi dari Waduk Ir Djuanda yang disalurankan melalui Bendung Utama Curug menuju ke saluran Tarum Utara yang diteruskan melalui Bendung Walahar. Dari Walarah, dibagi oleh bangunan bagi utama Leuweung Seureuh melalui saluran Tarum Utara Cabang Barat.

Dia menambahkan, selama ini PJT II diberi tanggung jawab untuk menyuplai air melalui irigasi untuk areal pesawahan seluas 240.000 hektar. Areal pertanian ini, meliputi irigasi ke Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta dan sebagian Indramayu. Hingga saat ini, pihaknya menjamin areal pesawahan tersebut masih dapat terairi dengan metoda gilir giring air. (Asep Mulyana)

Loading...