TunaiKita Ajak Publik Melek' Fintech di IFSE 2019

TunaiKita Ajak Publik Melek' Fintech di IFSE 2019
Ilustrasi/Net

INILAH, Jakarta - PT Digital Tunai Kita sebagai penyelenggara aplikasi TunaiKita yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengajak masyarakat untuk menghadiri Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2019 yang bertajuk "Inovasi untuk Inklusi".

Acara yang terbuka untuk umum ini berisi berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan, agar masyarakat dapat lebih mengenal dan bijak dalam memanfaatkan aplikasi Fintech pilihan mereka.

Berbagai aplikasi mulai dari sistem pembayaran, e-wallet, investasi, crowdfunding, hingga P2P Lending yang membuka kesempatan bagi kegiatan produktif maupun konsumtif dapat ditemukan di IFSE 2019.

TunaiKita sebagai salah satu pelopor Fintech P2P Lending, saat ini telah beroperasi lebih dari dua tahun, dan menyalurkan pinjaman lebih dari Rp1,74 triliun ke lebih dari 224 ribu pelanggan di 160 kota dan kabupaten seluruh Indonesia.

CEO TunaiKita, Tumbur Pardede menyampaikan pihak akan membantu pemerintah dalam program inklusi keuangan. "Sebagai Fintech terdaftar di OJK dan anggota aktif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, TunaiKita berkomitmen untuk menyukseskan program inklusi keuangan pemerintah dengan senantiasa beroperasi dan berinovasi dalam koridor peraturan yang berlaku," katanya dalam keteranga persenya, Jumat (27/9/2019).

IFSE 2019 menargetkan 20 ribu pengunjung untuk lebih mengenal manfaat dan peluang dari produk-produk yang ditawarkan 100 perusahaan Fintech yang berpartisipasi.

"Perkembangan teknologi membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang belum menikmati akses ke berbagai layanan keuangan, seperti pinjaman dan permodalan. Untuk itu kami berkomitmen terus memberikan informasi terbaru mengenai inovasi dan layanan terbaru kami, menjangkau melalui akun-akun resmi media sosial kami, dan melakukan sosialisasi melalui acara seperti IFSE 2019 ini," jelas Yos Kusuma, Head of Corporate Affairs TunaiKita.

Berdasarkan data OJK, terdapat 127 fintech P2P Lending yang terdaftar per Agustus 2019 dengan akumulasi penyaluran dana pinjaman lebih dari Rp44,8 triliun. Setiap platform memiliki produk dan keunggulan yang berbeda, dan masyarakat diimbau untuk bijak dalam memahami dan memanfaatkan kemudahan yang diberikan produk pilihan merekat.

OJK bersama AFPI juga senantiasa mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan layanan fintech ilegal yang tidak terdaftar, karena resiko keamanan data yang sangat tinggi, bunga berbunga yang merugikan, hingga proses penagihan yang tidak beretika. (Inilahcom)