Irigasi Leuwikuya Rusak, Pemukiman Terancam Bencana

Irigasi Leuwikuya Rusak, Pemukiman Terancam Bencana
Foto: INILAH/Rd Dani R Nugraha

INILAH,Bandung – Irigasi Leuwikuya di Desa/Kecamatan Kutawaringin, yang mengairi ribuan hektare sawah di sebagian wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat kondisinya memprihatinkan. Irigasi dari Daerah Ailran Sungai (DAS) Ciwidey itu dalam kondisi rusak, dangkal, dan berpotensi menimbulkan bencana longsor banjir jika musim hujan tiba.

Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Leuwikuya, Amat Rohimat, mengatakan, saat ini kondisi irigasi Leuwikuya yang dibangun pada 1918 itu tidak terawat. Kebocoran tanggul irigasi terjadi hampir di semua badan tanggul. Endapan atau sedimentasi lumpur cukup tebal hingga lebih dari 80 sentimeter.

"Kondisinya sekitar 50 persen rusak, tembok tanggulnya sudah pada rusak bocor. Kemudian ada beberapa bagian tanggul yang ditambal sama tumpukan karung. Sekarang kan sudah mau musim hujan, tapi kondisi irigasinya sangat tidak siap rawan terjadi bencana longsor dan banjir," kata Amat kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).

Menurut Amat, irigasi sepanjang 22 kilometer di wilayah Kabupaten Bandung dan 42 kilometer di wilayah Kabupaten Bandung Barat itu, sejak dibangun pada 1918 atau pada masa penjajahan Belanda hingga kini belum pernah ada perbaikan. Kerusakan terus terjadi, termasuk pendangkalan dasar irigasi. Maka tak heran jika pasokan air untuk ribuan hektare sawah di kedua wilayah itu terus berkurang, apalagi saat kemarau seperti sekarang.

"Perbaikan cuma sedikit atau sebagian kecil saja. Padahal kerusakannya sudah parah dan juga dangkal. Kalau dibiarkan bisa bahaya karena aliran irigasi ini di antara bukit, pemukiman, dan pesawahan. Kalau banjir atau longsor otomatis yang kena pemukiman dan pesawahan," ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Amat, pihaknya telah berulangkali melaporkan kondisi irigasi Leuwikuya ini. Namun sayangnya tidak pernah ditanggapi oleh Balai Pusat Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat, khususnya wilayah DAS Citarum. Jangankan laporan masyarakat seperti dirinya, laporan petugas lapangan dari PSDA pun tak direspons.

"Petugas lapangan yang kasih laporan saja tidak didengar. Apalagi laporan kami, padahal irigasi ini sangat vital keberadaannya untuk keberlangsungan pertanian padi di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat." katanya.

Amat melanjutkan, luas sawah di Kabupaten Bandung yang mengadalkan air dari irigasi Leuwikuya ini kurang lebih 1.179 hektare sawah. Sedangkan di Kabupaten Bandung Barat sawah yang juga dialiri dari irigasi ini luasnya lebih dari 2000 hektare. (Rd Dani R Nugraha)