Formata Pertajam Koordinasi Penyelamatan Macan Tutul Jawa

Formata Pertajam Koordinasi Penyelamatan Macan Tutul Jawa
istimewa

INILAH, Bandung - Populasi macan tutul Jawa menjadi perhatian khusus para aktivis lingkungan. Untuk itu, Konferensi Nasional Macan Tutul II dilakukan pada 1-2 Oktober lalu di Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan pemilihan Majelis Perwalian Amanah dan ketua Forum Konservasi Macan Tutul Jawa (Formata) baru. Pada proses suksesi tersebut akhirnya memilih Anton Ario sebagai ketua untuk tiga tahun ke depan.

Anton menyatakan, pihaknya akan melanjutkan langkah pendahulunya. 

"Beberapa hal akan kita lakukan untuk mempertajam koordinasi bagi semua pihak yang mendukung program penyelamatan macam tutul Jawa," kata Anton dalam rilis yang diterima, Kamis (3/10/2019).

Anton merupakan wakil dari NGO terpilih. Dia merupakan Senior Manager Terrestrial Program in Conservation International Indonesia. Anton menggantikan Hendra Gunawan, ketua sebelumnya yang merupakan peneliti ahli utama di bidang konservasi keanekaragaman hayati di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH). 

Di masa kepemimpinan Hendra Gunawan, sejumlah langkah kongkret pendataan banyak dilakukan untuk penyelamatan spesies macan tutul Jawa.

Konferensi Nasional Macan Tutul II menghasilkan sejumlah keputusan penting dalam pelestarian karnivor terbesar di pulau Jawa tersebut. Konferensi dihadiri Wiratno perwakilan dari Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) dan para aktivis lingkungan pegiat macan tutul Jawa. 

Wiratno mengharapkan, konferensi bisa menghasilkan langkah strategis penyelamatan dan perlindungan macan tutul.  

"Ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, swasta, NGO, dan pihak lainnya," ujar Wiratno.

Sebagai wakil pemerintah, dia memahami pentingnya peran pihak di luar KLH. Sebab, pemerintah tidak akan bisa bekerja sendiri. Dia bersyukur adanya Formata itu sebagai kelompok yang bisa berperan besar dalam pemetaan dan pendataan macan tutul. Data tersebut relatif penting untuk melakukan sebuah strategi penyelamatan macan tutul. (*)