Mengenal Eksotika Batik Madura

Mengenal Eksotika Batik Madura
Masih dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, ada baiknya mengenal eksotika Batik Madura.

INILAH, Bandung-Masih dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, ada baiknya mengenal eksotika Batik Madura.

Mungkin tidak banyak yang mengetahui, hal yang mendalam tentang Batik Madura. Pekerjaan membatik di Madura pada mulanya dikerjakan di dalam pesantren-pesantren pada musim paceklik serta sebagai pekerjaan sampingan para istri sambil menunggu suaminya pulang melaut bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai dan tidak memiliki lahan pertanian.

Pekerjaan membatik ini terus berkembang ketika ada sebagian masyarakat Madura memulai mendring atau membawa batik untuk dijual ke kota dan mengambil keuntungan dari harga yang sudah ditetapkan oleh para pembatik.

Pada akhirnya kegiatan jual beli ini semakin berkembang pesat dengan dibukanya lapak-lapak atau los batik di pasar-pasar tradisional.

Batik Madura dikenal dengan warna yang berani dan tegas, seperti merah, kuning, hijau, serta biru. Dari segi motif, batik Madura memiliki motif beragam yang terinspirasi dari bentuk tumbuhan, binatang, serta motif kombinasi hasil kreasi pembatik sendiri seperti motif ayam bekisar, gerbong keraton, karapan sapi, dan lain sebagainya. Kombinasi warna dan motif ini menjadi ciri khas Batik Madura yang menjadikannya unik dan berbeda dengan batik dari daerah lainnya.

"Saat ini masyarakat sudah semakin sadar untuk melestarikan Batik sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa, namun belum banyak yang tau sejarah dan proses panjang dibalik pembuatan batik maupun filosofi yang terkandung dalam setiap motif batik yang unik dan berbeda-beda di setiap daerah," kata Tommy L. selaku Center Director Summarecon Mall Kelapa Gading, pada acara Pesona Batik Wastra Nusantara di Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG), Jakarta, Jumat, (04/10/2019).

Pengetahuan seperti inilah yang harus terus diberikan kepada masyarakat sehingga kain batik semakin diapresiasi oleh seluruh kalangan.

"Selain itu, melalui acara ini kami juga berharap agar batik bisa diterima di kalangan anak muda dan mereka dapat dengan bangga menggunakannya dalam gaya berpakaian sehari-hari yang lebih santai dan casual, seperti contohnya memadukan batik dengan sneakers," tambahnya. (inilah.com)

Loading...