Para Satpam Curhat ke Jokowi Soal Mahalnya Sertifikasi

Para Satpam Curhat ke Jokowi Soal Mahalnya  Sertifikasi
Presiden Joko Widodo
INILAH, Jakarta - Presiden Joko Widodo dicurhati mahalnya biaya sertifikasi profesi Satuan Pengamanan (Satpam) saat membuka konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional 2018 di Istana Negara Jakarta, Rabu.
 
"Ada yang ingin saya sampaikan Pak, mewakili Satpam seluruh Indonesia, biaya sertifikasi profesi sertifikasi mahal. Sekitar Rp5-Rp10 Juta," kata Ilal Ridwan Reza, perwakilan Abujabi dari PT Bravo Satria Perkasa saat berbincang dengan Jokowi di Istana Negara.
 
Ilal mengaku biaya sertifikasi yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian ini berbeda-beda harganya di setiap wilayah.
 
Menanggapi keluhan tersebut, Jokowi langsung mengatakan mahal biaya tersebut. "Komentar saya, mahal itu," kata Jokowi saat memanggil empat satpam ke depan.
 
Presiden meminta keempat Satpam tersebut menceritakan keluh kesah dalam bertugas dalam menjaga ketertiban dan keamanan tempat tugas masing-masing.
 
Terkait biaya sertifikasi profesi Satpam ini, Presiden berjanji akan mengeceknya dan meminta menteri yang hadir untuk mencatatnya.
 
"Nanti akan kita lihat, tolong dicatat Pak Menteri. Catat dulu nanti saya cek," kata Jokowi kepada para Menteri Kabinet Kerja yang hadiri.
Beberapa Menteri yang hadir adalah Menkopolhukam Wiranto, Seskab Pramono Anung, KSP Moeldoko dan Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto.
 
Dalam kesempatan ini, Presiden juga menyampaikan bahwa kontribusi jasa pengamanan akan semakin dibutuhkan karena negara membutuhkan iklim yang aman untuk menarik investasi.
 
"Investasi akan datang, orang membuka pabrik, membuka industri, membuka usaha, berani menanamkan modal itu kalau rasa aman itu ada," kata Jokowi.
 
Jika investasi datang dan banyak investor membuka pabrik, industri, kantor dan lain-lain maka akan terbuka lapangan pekerjaan baru.
 
"Sekali lagi yang namanya keamanan itu sangat diperlukan bagi sebuah negara dan ke depan kontribusi jasa pengamanan akan semakin dibutuhkan," katanya.
 
Presiden juga berpesan bahwa jasa keamanan juga harus mampu mengembangkan diri, baik kemampuan dan teknologinya, karena bentuk-bentuk kejahatan dan ancaman keamanan akan terus berkembang.
 
Jokowi juga meminta para Satpam dalam menjaga ketertiban dan keamanan tidak hanya fokus di tempat kerjanya saja, tetapi juga menjaga masyarakat sekitarnya.