Pelajar Kabupaten  Bogor Sadar dan Tangguh Bencana

Pelajar Kabupaten  Bogor Sadar dan Tangguh Bencana
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Gunung Putri - Peringati bulan pengurangan bencana tingkat Kabupaten Bogor, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bogor ingin menjadikan pelajar sadar dan tangguh bencana.

Peringatan bulan pengurangan bencana tingkat Kabupaten Bogor ini akan berlangsung pada Selasa (8/10/2019) lusa, dimana hal itu merupakan bagian dalam memperingati Hari Internasional untuk Pengurangan Risiko Bencana (Internasional Day for Disaster Reduction).

"Peringatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian kami terhadap persoalan kebencanaan dan tema tahun ini menjadikan pelajar Kabupaten Bogor sadar dan tangguh bencana," ujar Ketua FPRB Kabupaten Bogor, Budi Aksomo, Minggu (6/10).

Mantan personel BPBD Kabupaten Bogor ini menerangkan terhitung sejak September lalu  FPRB telah melakukan kegiatan sosialisasi dan simulasi tentang kesiapsiagaan dan ketangguhan menghadapi kebencanaan di delapan sekolah rawan bencana. 

Sementara peringatan bulan pengurangan bencana kali ini bertempat di Sekolah Daar El-Salam, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, peringatan ini akan dihadiri Bupati Bogor, Ade Yasin dan sejumlah pejabat daerah. 

"Kami memilih sekolah Daar El-Salam karena sekolah tersebut beberapa kali dihantam bencana banjir akibat meluapnya sungai Cileungsi. Ratusan murid terpaksa beberapa hari tak sekolah ketika bencana banjir itu terjadi karena sebagian rumah siswa yang berada di Perumahan Villa Nusa Indah, Kabupaten Bogor juga ikut terendam banjir," terangnya.

Budi Aksomo menuturkan dalam peringatan ini sekaligus akan dilakukan  pengukuhan berdirinya FPRB Kabupaten Bogor oleh Bupati Bogor Ade Yasin.
 
Dalam kesempatan ini akan ada penyerahan bantuan sarana prasarana penanggulangan bencana untuk Tim Penanggulangan Bencana Desa (TPBDes) Bojongkulur, Kabupaten Bogor; FPRB Kabupaten Bogor; Pramuka Peduli Kwarcab Kabupaten Bogor; dan 10 Desa Tangguh Bencana (Destana) Kabupaten Bogor. 

"Penyerahan bantuan sarana prasarana penanggulangan bencama itu dilakukan Bupati Ade Yasin usai menyusuri sungai Cileungsi dari jembatan Pasar Pocong, Bojongkulur, hingga Sekolah Daar El-Salam," tutur Budi.

Rangkaian acara yang berlangsung setengah hari itu diakhiri dengan gerakan penanaman pohon dan giat bulan pengurangan bencana  ini menjadi sangat strategis karena dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk sadar, paham dan tangguh menghadapi bencana.
 
"Sungai Cileungsi  bagian dari kehidupan banyak orang, oleh karena itu kami berupaya membangun kesadaran dan kepahaman tangguh menghadapi bencana banjir," lanjut Budi. (Reza Zurifwan)

Loading...