Camat Beber dicegah KPK ke LN, Inilah Sepak Terjangnya

Camat Beber dicegah KPK ke LN, Inilah Sepak Terjangnya
Rita Susana. (Istimewa)

INILAH, Cirebon - Nama Rita Susana, awalnya tidak begitu dikenal di kalangan pegawai Pemkab Cirebon. Ketika kepemimpinan Alm Bupati Cirebon, Dedi Supardi, nama Rita hanyalah seorang Kasi di Dinas Lingkungan Hidup, sampai akhir tahun 2015.

Namun sejak masa kepemimpinan mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi namanya sering disebut-sebut dikalangan birokrasi.

Bagaimana tidak, Rita adalah salah satu ASN, yang menjadi orang kepercayaan Sunjaya. Kepiawaiannya menyenangkan hati 'Big Bos" nya ini, menjadikan Rita orang yang bisa mempengaruhi Sunjaya. Jabatan Camat Beber sampai sekarang masih didudukinya.

Meski hanya dia satu-satunya ASN Pemkab Cirebon yang baru dicekal KPK dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), kiprahnya tidak sendirian. Suaminya, Iing Mahmud Tajudin, disebut sebagai orang yang tahu persis dalam kasus PLTU II, dan saat ini Iing masih menjabat sebagai Camat Asjab.

Kabarnya, lewat suami istri inilah, Sunjaya sering memberikan mandat, dalam dugaan money laundri serta dugaan mengepul duit-duit haram dari berbagai proses perizinan.

"Kabarnya Rita meminta sukses fee kepada pihak Hyundai yang nilainya mendekati satu milliar. Uangnya hanya diberi delapan ratus juta, tapi yang menerima orang kepercayaan Rita," kata sumber INILAH yang layak dipercaya, namun enggan disebutkan namanya, Minggu (6/10/2019).

Disimpannya Rita di Kecamatan Beber, disinyalir trik Sunjaya. Tanah di Kecamatan Beber termasuk tanah merah yang cocok untuk urugan. Kandungan lainnya, ternyata kandungan pasir di hampir wilayah Kecamatan Beber termasuk kualiatas pasir yang cukup bagus. Wajar kalau Rita punya kewenangan mengurus izin galian, entah itu tanah maupun galian pasir.

"Terbukti Sunjaya terjerat TPPU nya ada penerimaan dari galian C. Siapa lagi kalau bukan Rita dibelakangnya. Ini kasus sudah terang benderang, buat apa ditutup tutupi," kata sumber lainnya.

Beberapa ASN yang wanti-wanti untuk tidak disebutkan namanya meminta, supaya asa ketegasan dari Bupati Cirebon, Imron Rosyadi. Hal itu menyangkut status cekal dari KPK yang sudah disandang Rita. Imron diminta segera memanggil Rita dan memberikan sanksi tegas, berupa posisi non job. Walaupun belum menjadi tersangka, namun status cekal sudah cukup mempermalukan nama ASN Pemkab Cirebon.

"Kami berharap bupati segera me non job kan Rita sebagai camat beber. Status cekal dari KPK menjadi tamparan buruk bagi ASN Pemkab Cirebon. Walaupun belum tentu jadi tersangka, tapi sudah membuat malu Kabupaten Cirebon. Bupati harus tegas dalam persoalan ini," kata mereka.

Dicegahnya Rita bepergian ke luar negeri berkaitan dengan penetapan mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi oleh KPK, Jumat pekan kemarin. Selama menjabat sebagai Bupati Cirebon, Sunjaya diduga menerima gratifikasi senilai Rp 41,1 miliar.

Selain itu, Sunjaya juga diduga menerima hadiah atau janji terkait perizinan PLTU 2 di Kabupaten Cirebon sebesar Rp 6,04 miliar dan perizinan properti di Cirebon sebesar Rp 4 Miliar. Sehingga, total Sunjaya menerima uang sebesar sekitar Rp 51 Miliar.

Sayangnya, klarifikasi lewat pesan Whatsapp kepada Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, tidak direspon. (maman suharman)