Petani Jangan Risau, Stok Pupuk Surplus untuk Musim Rendeng

Petani Jangan Risau, Stok Pupuk Surplus untuk Musim Rendeng
net

INILAH, Karawang – Kebutuhan pupuk untuk pertanian dipastikan akan meningkat di pergantian musim (kemarau ke hujan) mendatang. Apalagi, kondisi tersebut berbarengan dengan awal musim tanam rendeng.

Sebagai produsen pupuk, PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk musim tanam mendatang cukup aman. Apalagi, stok pupuk yang tersedia di gudang pabrik maupun gudang lini III atau di tingkat kabupaten masih terbilang surplus.

Manajer Komunikasi PT PKC Ade Cahya Kurniawan menuturkan, saat ini stok pupuk bersubsidi yang ada di gudang mencapai 172 ton atau setara dengan 979% dari ketentuan stok pupuk bersubsidi untuk kebutuhan dua pekan kedepan.

“Stok pupuk saat ini cukup melimpah. Kalau melihat data, ini bisa mencukupi untuk kebutuhan dua bulan kedepan,” ujar Ade dalam rilis yang diterima INILAH, Minggu (6/10/2019).

Dengan begitu, menurut Ade, di musim rending nanti petani tak perlu risau akan ketersediaan pupuk. Karena, stoknya sangat melimpah, bahkan surplus. Pihaknya pun memastikan, di pergantian musim nanti stok pupuk ini tak akan kekurangan.

“Memang, kalau dari ketentuannya stok pupuk ini hanya mencukupi kebutuhan dua pekan kedepan, atau sekitar 12.253 ton. Tapi, kenyataannya saat ini jumlahnya justru lebih dari 172 ton,” jelas dia.

Melimpahnya stok pupuk ini bukan tanpa alasan. Mengingat, setiap harinya dua pabrik PKC terus produksi dengan kapasitas rata-rata produksinya mencapai 3.500 ton pupuk urea. Tak hanya itu, PKC pun menyiapkan pupuk jenis NPK dan organik.

“Untuk pupuk jenis NPK, hingga akhir September kemarin stoknya mencapai 49.578 ton atau setara dengan 365 persen dari ketentuan stok dua pekan kedepan,” kata dia.

Sedangkan, sambung dia, untuk pupuk petroganik jumlahnya mencapau 10.175 ton atau setara dengan 307 persen dari ketentuan stok untuk dua pekan kedepan. Dengan begitu, jika melihat jumlah stok keseluruhan pupuk, rata-rata mengalami surplus.

Terkait dengan realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di Jabar dan Banten, Ade mengaku, hingga 30 September 2019, penyerapan pupuk urea mencapai 405.264  ton. Jumlah itu, setara dengan 109 persen dari ketentuan Dinas Pertanian provinsi sebanyak 369.445 ton.

Penyerapan NPK Phonska sebanyak 102.320 ton atau 105 persen, dari ketentuan Dinas Pertanian sebanyak 97.033  ton. Serta, penyerapan Petroganik sebanyak 4.985 ton atau 94 persen dari ketentuan Dinas Pertanian sebesar 5.249 ton.

“Lambatnya keterserapan ini, salah satunya dipengaruhi oleh musim kemarau yang panjang di tahun ini,” tambah dia.

Untuk sistem penyaluran pupuk bersubsidi, Ade mengaku, hal itu dilakukan oleh distributor kepada kios resmi yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan Banten. Saat ini, penyalurannya masih terbuka. Jadi, petani bisa membeli pupuk kapan saja di kios resmi tersebut. (Asep Mulyana)

Loading...