Warga Jabar di Wamena Banyak yang Pilih Bertahan

Warga Jabar di Wamena Banyak yang Pilih Bertahan
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Bandung- Proses pemulangan warga Jawa Barat di Wamena, Papua akan dilakukan dalam dua tahap. Banyak pula pengungsi yang memilih bertahan. 

Ketua Operasional Jabar Quick Respons Reggi K Munggaran mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan di lokasi pengungsian di Gedung BTN Sosial, Jayapura. Sementara ini, pihaknya mencatat ada 77 orang yang berada di lokasi pengungsian mulai dari orang dewasa dan anak-anak.

Untuk tahap pertama sebanyak 54 orang warga Jabar yang berada di Wamena, Papua akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing, Selasa (8/10/2019) nanti.

"Masih ada yang datang dari Wamena, datanya masih update terus ya. Tapi yang dipastikan akan pulang itu sekitar 54 orang, itu rencananya selasa pulang. Kita prioritaskan kelompok rentan, perempuan, ibu hamil, lansia, anak kecil, difabel," ujar Reggi via telepon, Minggu (6/10/2019).

Reggi mengaku, saat ini pihaknya belum dapat mendata berapa jumlah untuk pemulangan warga Jabar gelombang kedua. Terlebih beberapa di antaranya memilih untuk tinggal di Papua. Kendati demikian, Reggi pun belum dapat memastikan berapa jumlah warga Jabar yang memilih tidak pulang ke kampung halaman tersebut. 

"Kerena warga Jabar banyak yang memilih tinggal di sana menghidupkan ekonominya, membangun wamena bersama warga di sana, kerja bakti dan solidaritas dinilai warga sini hebat. Banyak memilih tinggal lebih banyak dibanding pulang," paparnya.

Adapun warga yang memilih dievakusi untuk kembali ke Jabar, sebagia mengalami trauma setelah terjadi konflik sosial di Wamena. Dia sampaikan pemerintah setempat juga sedang melakukan trauma healing kepada warga Jabar tersebut.

Terlebih, lanjut dia, trauma banyak dirasakan oleh perempuan. Karena itu, sebelum kembali ke Jabar mereka mendapatkan penyembuhan untuk menghilangkan trauma yang dialami.

"Ada satu korban warga Jabar, kepala dibacok baru keluar rumah sakit. Rencananya juga ikut pulang," pungkasnya. (Riantonurdiansyah) 

Loading...