Mudahkan Logistik, Bukalapak Gandeng Lion Parcel

Mudahkan Logistik, Bukalapak Gandeng Lion Parcel
(Istimewa)

INILAH, Jakarta - Permasalahan logistik di berbagai kawasan dinilai menjadi penghalang bagi peningkatan kinerja usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Presiden dan Co-Founder Bukalapak, Fajrin Rasyid, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (6/10/2019), mengatakan, Bukalapak bekerja sama dengan Grup Lion Air, melalui Lion Parcel berusaha agar Pelapak (usaha yang tercatat di dalam jaringan Bukalapak) memiliki jalur khusus di armada Grup Lion Air untuk mempercepat pengiriman barang. Sehingga bisa dua kali lipat ketimbang jasa pengiriman barang lainnya.

"Gabungan kekuatan jaringan logistik Lion Parcel dengan kekuatan Bukalapak sebagai marketplace akan membantu stabilisasi usaha kecil sebagai kunci pertumbuhan Pertumbuhan Domestik Bruto Indonesia," katanya.

Kerja sama itu, ujar dia, dipercaya dapat memajukan daya saing Pelapak karena terciptanya sistem pengiriman yang cepat dan efisien ke lebih dari 500 kota yang ada di Indonesia.

Dengan dibukanya jalur khusus melalui Lion Parcel, lanjutnya, pengiriman barang di Bukalapak dijamin dua kali lebih cepat dibandingkan jasa pengiriman lain untuk 30 rute pengiriman antar pulau ke berbagai kota di Indonesia.

"Sebagai perusahaan yang customer-obsessed, kami fokus untuk selalu mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi pengguna kami, terutama para Pelapak. Kami memilih untuk bersinergi dengan Lion Parcel yang memiliki 230 pesawat dan 210 rute penerbangan antarpulau di Indonesia," jelas Fajrin.

Kerja sama Bukalapak dan Lion Parcel juga dinilai memberikan solusi kelangsungan bisnis bagi para pelaku usaha kecil dan menengah di Bukalapak yang tersebar di 34 provinsi, 492 kota dan hampir seluruh pulau di Tanah Air.

Sementara itu, CEO Lion Parcel Farian Kirana menyampaikan hal senada bahwa dengan menggandeng perusahaan e-commerce seperti Bukalapak, maka pihaknya juga dapat semakin terkoneksi dengan jaringan pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk di daerah pelosok sekalipun, yang membutuhkan jasa logistik pengiriman.

Infrastruktur logistik dinilai masih kerap menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan dan kelangsungan bisnis UMKM. Berdasarkan hasil penelitian oleh Supply Chain Indonesia (SCI) yang dilansir oleh PwC, pada 2017 biaya logistik di Indonesia masih tergolong tinggi hingga mencapai 23.5% dari biaya manufaktur.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lain seperti Vietnam (15%), Thailand (13,2%), Malaysia (13%) dan Singapura (8,1%). Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution menilai, Kemententerian Perhubungan dan Kementerian Perdagangan mempunyai peranan yang besar dalam melahirkan logistik modern.

"Logistik kita saat ini mahal. Perlu kita tata kembali agar daya saing kita dalam logistik efisien sehingga produk kita tidak dibebani biaya logistik. Kemenhub dan Kemendag mempunyai peran lahirnya logistik modern," ujar Darmin di Jakarta, Sabtu (14/9).

Ia mengatakan infrastruktur perhubungan yang sudah dibangun di Pulau Jawa dan beberapa pulau lain harus dikembangkan lagi serta dioptimalisasi pemanfaatannya. [Inilahcom]

Loading...