Waduh.. Ribuan Pelajar di Cimahi Jadi Pemakai Pemula Narkoba

Waduh.. Ribuan Pelajar di Cimahi Jadi Pemakai Pemula Narkoba
net

INILAH, Cimahi - Berdasarkan hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN), sebanyak 1.909 pelajar di Kota Cimahi diduga menjadi new user atau pemakai pemula narkoba. Jumlah itu tersebar di 38 SMP, 16 MTs, 16 SMA, 24 SMK, dan 9 MA.

"Ini berdasarkan survey LIPI dan BNN Kota Cimahi 2018 diperkirakan jumlah penyalahguan narkoba yang baru sekali dua kali pakai atau pemakai pemula ada sekitar 1.909 atau 3,5%," kata Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi Samsul Anwar saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (7/10/2019).

Dalam hasil survei itu juga disebutkan kasus teratur pakai diperkirakan sebanyak 0,75% atau setara dengan 191 orang. Sementara, yang sudah ketergantungan mencapai 0,25% atau setara dengan 136 orang.

Samsul menjelaskan, kebanyakan pelajar di Kota Cimahi terindikasi menggunakan narkotika jenis obat-obatan. Penyebabnya didominasi faktor lingkungan sekitar dan gaya hidup.

Saat ini, pihaknya fokus penanganan terhadap pelajar yang menyalahgunakan narkoba pada tingkat pemula atau new user. Sebab, kalau tidak segera ditangani dikhawatirkan level penyalahgunanya akan naik menjadi teratur.

Salah satu cara yang dilakukan yakni menggalakan program Pencegahan Sekunder Berbasis Sekolah atau disebut Narsis. Program itu dilakukan untuk menangani penyalahguna narkotika di kalangan pelajar.

"Program ini akan fokus pada menanggulangi kasus yang ada dan akan lebih difokuskan pada kasus coba pakai," ujarnya.

Program Narsis merupakan inovasi pelayanan terbaru dari BNN Kota Cimahi dan bagian tak terpisahkan dari program Bersih dari Narkoba (Bersinar). Program ini akan sangat strategis mengingat ini merupakan hal baru dan sangat memungkinakan akan dijadikan model intervensi dan direplikasi di seluruh Indonesia.

Untuk menjalankan program Narsis sebagai salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar, kata Samsul, pihaknya sudah menjajaki kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Cimahi dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang ada di Kota Cimahi serta sekolah-sekolah.

Dikatakan Samsul, dalam pencegahan ini pihaknya akan memanfaatkan keberadaan guru Bimbingan Konseling (BK). Sebab, peran mereka sangat penting untuk mengintervensi penyalahgunan narkotika di kalangan pelajar yang sudah terdata. Nantinya, mereka bisa  mengidentifikasi pelajar yang terindikasi menyalahgunakan narkoba dan menanggulanginya.

"Yang risiko sedang mendapatkan treatment oleh guru BK dengan terapi singkat. Bisa sampai 4 kali pertemuan. Sementara kalau yang berat itu tidak bisa diintervensi, berarti harus dirujuk ke lembaga rehabilitasi," tandasnya. (Ahmad Sayuti)