Masyarakat Diajak Class Action Soal Kelas Ambruk

Masyarakat Diajak Class Action Soal Kelas Ambruk
Foto: Inilah/Maman Suharman

INILAH, Cirebon – Ambruknya dua ruang kelas SMPN 2 Plumbon Kabupaten Cirebon masih menjadi bahasan cukup serius. Pengamat hukum Supirman alias Tong Eng, meminta masyarakat supaya melek hukum. Salah satunya mengajukan class action kepada Kadisdik Kabupaten Cirebon Asdullah Anwar.

"Kita ini negara hukum. Pakai jalur hukum supaya semua terang benderang. Ajukan class action kepada Kadisdik dan perangkat yang bertanggung jawab," kata Tong Eng lewat sambungan telepon selulernya, Selasa (8/10/2019).

Menurutnya, pernyataan Kadisdik yang meminta maaf dan mengaku salah tidak cukup. Sebagai pejabat berwenang, dia punya hak dan kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan. Apalagi masalah ini menyangkut hak hidup orang banyak dan pisikologi siswa. Bantuan penuh biaya siswa yang terluka, tidak mengenyampingkan urusan hukum.

"Enak saja minta maaf dan ngaku salah. Pertanggungjawabkan secara hukum. Di sini jelas ada kelalaian yang dilakukan Asdullah dan anak buahnya. Ini bisa masuk sudah masuk ranah pidana," ungkap Tong Eng.

Tong Eng berencana, akan mengajukan class action dalam kasus robohnya ruang kelas SMPN 2 Plumbon. Menurutnya, ini sebagai pembelajaran supaya pejabat tidak semena-mena terhadap persoalan yang menyangkut hukum. Masalahnya, dalam kasus tersebut ada korban luka dan menyebabkan trauma siswa. Dirinya berharap, masyarakat juga ikut berperan serta mengawasi seluruh kinerja OPD di Kabupaten Cirebon.

"Saya akan ajukan class action. Masyarakat mana saja bisa, dan tidak harus menunggu laporan korban. Polisi wajib menerima setiap aduan dan menindak lanjuti. Bukti sudah ada dan masalahnya terang benderang," paparnya.

Dirinya berharap, Bupati Cirebon Imron Rosyadi memberikan sanksi tegas kepada Kadisdik dan pejabat yang berhubungan dengan kasus robohnya bangunan sekolah itu. Dia berpendapat, Asdullah termasuk pejabat yang gagal karena banyak juga persoalan serius Disdik Kabupaten Cirebon, yang belum bisa diatasi.

"Imron harus tegaslah. Beri sangsi itu kadisdik. Non job kan bila perlu. Dia itu pejabat, punya konsekwensi dengan jabatannya," tukas Tong Eng.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua ruang kelas SMPN2 Plumbon Kabupaten Cirebon, mendadak ambruk, Selasa kemarin, sekitar pukul 13.00 WIB. Ambruknya dua ruang kelas masing-masing kelas 7I dan 7J, sama sekali tidak disadari siswa dan guru yang saat itu sedang dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Tak ayal, puluhan siswa dari dua kelas tersebut sebagian tertimpa reruntuhan dan sebagian berusaha menyelamatkan diri masing-masing.

Informasi yang berhasil dihimpun di TKP menyebutkan, sudah sejak lama memang bangunan di SMPN2 Plumbon, sebagian sudah tidak layak. Namun pihak sekolah sepertinya kurang respon dan terlambat melaporkan persoalan tersebut kepada Dinas Pendidikan. Tercatat, dua bangunan yang runtuh itu, kabarnya dibangun tahun 1994, dan baru direnovasi tahun 2007. (Maman Suharman)

Loading...