Jual Hexymer, Cilik Terancam 15 Tahun Bui

Jual Hexymer, Cilik Terancam 15 Tahun Bui

INILAH, Bandung - Menjual ketersediaan farmasi tanpa izin, Saeful Bahri alias Cilik (25) terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Dia dijerat pasal 196 dan pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. 

Hal itu terungkap dalam sidang dakwaan dugaan pengedaran Hexymer di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (8/10/2019). 

Dalam dakwaannya, JPU Kejati Jabar Rika Fitrianirmala menyatakan, terdakwa dengan sengaja mengedarkan, memproduksi, atau memperjualbelikan persediaan farmasi atau alat kesehatan tanpa izin. 

"Yakni mengedarkan dan menjual obat jenis Hexymer tanpa izin," katanya. 

Fitria menjelaskan, awal perbuatan yang dilakukan terdakwa, yakni dengan cara menghubungi Dugul (DPO) untuk memesan 1.000 butir obat jenis Hexymer. Namun, saat itu Dugul hanya bersedia menjual 500 butir dengan harga Rp500 ribu. 

Kemudian, lanjutnya, terjadi kesepakatan antara terdakwa dan Dugul. Keduanya melakukan transaksi di dekat pom bensin di Cilamaya Kabupaten Karawang. Setelah transaksi, terdakwa kemudian kembali ke rumahnya di Ciasem, Subang.

"Terdakwa kemudian mengemas Hexymer dalam klip plastik bening, dengan isi lima sampai 14 butir," ujarnya.

Obat Hexymer yang dikemas kemudian diperjualbelikan. Di antaranya dijual ke Deni sebanyak 250 butir dengan harga Rp300 ribu. Perbuatan terdakwa pun terendus Dit Res Narkoba Polda Jabar, dan akhirnya ditangkap di kediamannya dengan barang bukti 535 Hexymer dalam klip bening siap edar.

Atas perbuatannya terdakwa dijerat pasal  197 jo pasal 106 ayat (1) UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan sebagaimana dakwaan pertama, dan pasal 196 Jo pasal 98 ayat (3) UU RI No 39 tahun 2009 tentang kesehatan sebagaimana dakwaan kedua. (Ahmad Sayuti)

Loading...