Kota Hujan Sabet Peringkat Kedua Kota Terinovatif

Kota Hujan Sabet Peringkat Kedua Kota Terinovatif
istimewa

INILAH, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meraih peringkat kedua di bidang inovasi untuk Kategori Pemerintahan Kota se-Indonesia di Balai Pertemuan Flores, Hotel Borobudur, Jakarta pada Senin (7/10/2019). 

Capaian penghargaan itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di peringkat kedelapan. Posisi Kota Bogor itu berada di bawah Kota Denpasar yang bercokol di posisi pertama.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim pada acara malam penganugerahan Innovative Government Award (IGA) 2019.

"Alhamdulillah di IGA 2019 ini, Kota Bogor meraih peringkat kedua sebagai kota terinovatif. Semoga inovasi yang ada bisa dirasakan masyarakat Kota Bogor. Harapannya, inovasi ini akan semakin banyak serta bermanfaat," kata Dedie di Balai Kota Bogor, Selasa (8/10/2019).

Dedie melanjutkan, terdapat 34 kepala daerah kota/kabupaten dari lima provinsi hadir pada kesempatan tersebut. Puluhan kota/kabupaten ini terpilih setelah sebelumnya menempuh proses seleksi tim penilai dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Meski sudah diperingkat kedua, saya meminta agar seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bogor bisa lebih meningkatkan pelayanan dan inovasinya untuk masyarakat. Kedepan, Pemkot Bogor masih harus ditingkatkan, mengingat tantangan kota semakin berat dan kecenderungan kota-kota lain berupa melakukan perbaikan dan terus berinovasi," tambahnya.

Dedie membeberkan, ada 47 inovasi unggulan Pemkot Bogor. Antara lain, aplikasi SMART dari DPMPTSP, Sistem Informasi Manajemen Tata Ruang (Simtaru) dari Bappeda, Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran (SiBadra) dari Diskominfostandi. Kemudian ada Bogor Tanpa Kantong Plastik (Botak) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dari Dinkes, Sekolah Ibu dari DPMPPA dan PKK, SIMRAL dari BPKAD, Maggot Organik Pada Budidaya Lele (Manik Bule) dari Dinas Pertanian dan Kampung Tematik Sekebun atau Kampung Batik Cibuluh.

"Pada IGA 2019 kali ini terdapat lima kategori, yakni kategori daerah perbatasan, daerah tertinggal, kabupaten terinovatif, kota terinovatif dan provinsi terinovatif. Kami bersyukur meraih peringkat kedua," bebernya. (Rizki Mauludi)