Tujuh Bangunan di Plered Hancur Tertimpa Batu dari Pertambangan

Tujuh Bangunan di Plered Hancur Tertimpa Batu dari Pertambangan
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Warga Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta mendadak geger, Selasa (8/10/2019) siang

Pasalnya, sejumlah batu berukuran besar dari sebuah gunung di wilayah itu menggelinding hebat ke pemukiman warga.

Alhasil, akibat kejadian tersebut sedikitnya enam rumah warga termasuk satu bangunan madrasah rusak akibat tertimpa material keras tersebut. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hanya saja, kerugian warga akibat longsoran batu ini ditaksir mencapai ratusan juta.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono menuturkan, dari laporan yang diterimanya kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu juga, pihaknya menerjunkan tim ke lokasi kejadian.

“Kita sudah cek dan evakuasi para penghuni yang rumahnya tertimpa bebatuan,” ujar Wahyu kepada wartawan.

Namun, Wahyu menegaskan, kejadian ini bukan merupakan bencana alam. Melainkan ada faktor lain yang menjadi penyebabnya. Dari hasil penelusurannya, longsoran bebatuan ini diduga diakibatkan akitivitas penambangan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) yang ada di wilayah itu.

“Hasil inventarisasi kami, ada enam rumah dan satu bangunan madrasah yang tertimpa bebatuan. Kerusakannya variatif, ada yang retak-retak ada juga yang rusak berat akibat tertimpa batu besar. Tidak ada korban jiwa,” jelas dia.

Dari informasi yang diterimanya, sebelum kejadian perusahaan tambang tersebut sedang melakukan blasting atau penambangan dengan cara diledakan. Namun, batu dari ledakan itu berhamburan dan kemudian menggelinding ke pemukiman warga. Saat itu juga, masyarakat geram dan berbondong bondong mendatangi pihak perusahaan untuk meminta pertanggung jawaban.

“Dari hasil pengecekan di lapangan dan menurut keterangan saksi, batu tersebut jatuh dari ketinggian sekira 500 m, kemudian menimpa rumah warga yang ada di bawah gunung,” tambah dia.

Sementara itu, mendengar laporan tersebut Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika naik pitam. Namun demikian, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, terkait pertambangan ini kewenangannya ada di provinsi. Atas dasar itu pula, pihaknya akan sesegera melayangkan surat ke Pemprov Jabar supaya izin pertambangan tersebut dievaluasi.

“Kami akan segera berkirim surat ke provinsi. Kalau terbukti ada kelalaian, kami minta izin pertambangan perusahaan tersebut untuk dicabut. Karena, ini sangat merugikan masyarakat kami, “ tegas Ambu Anne.

Tak hanya itu, pihaknya pun akan segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Mengingat, selama ini aktivitas pertambangan yang diilakukan perusahaan tersebut menggunakan bahan peledak.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Kasihan, masyarakat yang dirugikan. PT MSS harus bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga,” pungkasnya. (Asep Mulyana)

Loading...