DPRD Kab Bogor Minta BPBD dan PDAM Siapkan Solusi Antisipasi Kekeringan

DPRD Kab Bogor Minta BPBD dan PDAM Siapkan Solusi Antisipasi Kekeringan
(Foto: Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - Prakiraan musim kemarau hingga awal bulan November yang dirilis Badan Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) harus menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PDAM Tirta Kahuripan.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudi Sismanto. Dia enggan masyarakat Bumi Tegar Beriman terdampak bencana kekeringan.

"Saya melihat bencana kekeringan ini masih terus meluas dan bisa terjadi sampai akhir kemarau tahun ini yaitu bulan November mendatang, BPBD dan PDAM Tirta Kahuripan harus cepat tanggap dalam memberikan bantuan air bersih," ucap Rudi kepada wartawan, Selasa (8/10).

Pria berusia 34 tahun ini menambahkan selain memberikan solusi jangka pendek, BPBD, PDAM Tirta Kahuripan maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor juga harus memiliki solusi jangka menengah dan panjang hingga bisa mengantisipasi bencana kekeringan di tiap tahunnya.

"Saya meminta BPBD, PDAM Tirrta Kahuripan, DPU-PR maupun perangkat daerah lainnya mencari solusi terbaik untuk mengatasi bencana kekeringan di sejumlah wilayah yang kerap terdampak  terutama yang ada di bagian timur, barat dan utara Kabupaten Bogor," tambahnya.

Rudi menuturkan  Pemkab Bogor melalui  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait harus terus memonitor kondisi nyata hari ini terutama daerah daerah yang terdampak kekeringan.

“Pemkab Bogor melalui SKPD terkait maupun PDAM  Tirta Kahuripan harus tetap memantau dan menjalankan tugasnya untuk terus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat Kabupaten Bogor yang terdampak bencana kekeringan.  Selain itu kita harus menunjukkan sikap gotong royong seperti untuk masyarakat yang tidak terkena dampak kekeringan harus menunjukan kepeduliannya dengan membantu saudara saudaranya yang tengah dilanda bencana kekeringan," tutur Rudi.   

Sementara itu,  Sekretaris Komisi  II  DPRD Kabupaten Bogor  Lukman Ar Rasyid berharap BPBD dan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor  harus  terus melakukan tindakan yang pro aktif  dan terus mengirimkan tangki-tangki air bersihnya ke sejumlah desa  dari semua kecamatan yang terdampak bencana kekeringan di Kabupaten Bogor saat ini.

“Berdasarkan laporan konstituen kondisi kemarau saat ini masih belum bisa diprediksi ujungnya. Untuk itu, BPBD dan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor  harus tetap melakukan siaga  tangki airnya ke semua kecamatan yang dilanda kekeringan ,” kata Lukman.

Tak hanya itu,  sambung Lukman, Pemkab Bogor kedepannya  harus melakukan penambahan atau pembelian  unit unit tangki air yang bisa menjangkau semua wilayah yang tersebar di 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor.

“Saya tidak tahu persis ada berapa unit tangki air yang dimiliki BPBD Kabupaten Bogor  saat ini, yang jelas karena wilayah Kabupaten Bogor sangat luas dan memiliki 40 kecamatan , maka  perlu adanya program kerja berupa pembellian mobil–mobil tangki air yang baru supaya seimbang dengan luas wilayah di Kabupaten Bogor,” sambungnya

Terpisah, selain fokus memberikan bantuan air bersih ke daerah terdampak bencana kekeringan, DPU-PR pun sudah menyusun solusi jangka menengah berupa akan membangun embung, sumur bor dan  Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di tahun 2020 mendatang.

"Kalau  penangganan bencana jangka pendek itu dilakukan BPBD, Dinas Sosial dan PDAM Tirta Kahuripan, sedangkan untuk solusi jangka menengah DPU-PR akan membangun puluhan sumur bor, beberapa embung, MCK maupun irigasi pertanian di daerah rawan bencana kekeringan," lanjut Kepala DPU-PR R Soebiantoro.  (Reza Zurifwan)