Turki Tambah Pasukan di Perbatasan Suriah

Turki Tambah Pasukan di Perbatasan Suriah
Foto: Net

INILAH, Jakarta – Turki memperkuat posisi militernya di perbatasan Suriah setelah menyatakan siap melancarkan operasi yang bisa menyasar milisi Kurdi, sekutu lama AS.

Puluhan kendaraan militer dikirim ke wilayah tersebut, menyusul penarikan pasukan AS dari timur laut Suriah, lapor BBC, Rabu (9/10/2019).

Presiden Trump kembali membela keputusannya itu pada Selasa (08/10), mengatakan bahwa para pasukan Kurdi tidak diabaikan seraya menyebut mereka "istimewa".

Keputusannya yang kontroversial itu mendapat kecaman luas dari dalam dan luar negeri.

Turki menganggap milisi Kurdi, yang mendominasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebagai teroris. Adapun penarikan mundur pasukan AS dianggap membuka jalan bagi serangan terhadap milisi Kurdi.

Konvoi militer yang terdiri dari kendaraan lapis baja pengangkut pasukan dan tank terlihat bergerak menuju kota Akcakale, yang dekat dengan perbatasan Suriah, pada Selasa (8/10/2019) malam. Kantor berita pemerintah Anadolu memperlihatkan gambar bus-bus yang membawa pasukan.

Kondisi perbatasan
Di kedua sisi dinding perbatasan ada perasaan bahwa serangan akan datang, dan mungkin akan datang segera. Tidak ada indikasi bahwa keprihatinan internasional yang memuncak mengubah rencana Turki untuk membangun "zona aman".

Lusinan kamera TV--lokal dan internasional--sekarang bersiaga di dinding perbatasan. Bagi warga sipil dan pengungsi di sisi lain, di Suriah timur laut, ada ketakutan nyata pada invasi Turki.

Bahkan jika ruang lingkupnya terbatas--dan tidak jelas apakah memang akan terjadi--invasi dapat menyebabkan pengungsian besar-besaran. Dan, bagaimana dengan ribuan tahanan ISIS di pusat penahanan yang dikelola tentara Kurdi?

Seorang juru bicara SDF mengatakan kepada BBC bahwa jika serangan terjadi, mereka harus fokus untuk membela diri dan harus menarik beberapa pasukan mereka dari penjara, dan dari daerah yang baru-baru ini dibebaskan dari ISIS. (INILAHCOM)

Loading...