BNNP Jabar: Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di Jabar Sebesar 5,35 Persen

BNNP Jabar: Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di Jabar Sebesar 5,35 Persen
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar menyebutkan, indeks prevalensi penyalahgunaan narkoba di Jabar relatif tinggi. Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol Sufyan Syarif mengatakan, sejauh ini pihaknya mencatat ada sekitar 600 ribuan warga yang terlibat penyalahgunaan barang haram tersebut.

"Di Jabar, prevalensinya mencapai 5,35%, ini termasuk tinggi," kata Sufyan saat seminar bertema “Waspadai Narkoba di Jaman Now” di Balarea Convention Center BTC Fashion Mall Bandung, Senin (7/10/2019) lalu.

Menurutnya, risiko penyalahgunaan narkoba ini menyasar generasi usia produktif. Secara umum, warga Jabar ini mencapai 50 juta jiwa. Sebanyak 27 juta diantaranya merupakan generasi usia produktif yang rentan terpengaruh dan menjadi sasaran empuk para pengedar.

"Untuk itu, dalam pencegahan dan penyembuhan kita membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan komunitas. Selain itu, kita pun melibatkan peran aktif dari pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota," sebutnya.

Sufyan menyebutkan, bersama dengan pemerintahan daerah itu pihaknya menyusun regulasi untuk melibatkan peran serta pemerintahan di tingkat desa/kelurahan bahkan hingga RT/RW. Dia mengakui, jalinan kerja sama itu dibutuhkan karena kasus penyalahgunaan narkoba ini tidak cukup hanya menangkap dan memroses di pelaku. Tapi, pencegahan dan penyembuhan merupakan hal yang lebih baik dilakukan.

Secara umum, dia menyebutkan di seluruh dunia ini terdapat 803 jenis narkoba baru. Di Indonesia, peredaran barang haram itu baru masuk sebanyak 74 jenis.

"Untuk itu, kita menyambut baik seminar yang diadakan Fokti di sini. Hampir seluruh komunitas dan komponen masyarakat hadir sebagai peserta. Selain LSM, bahkan hingga bapak-bapak dan ibu-ibu pun ada. Ibu-ibu pengajian dan dari ibu-bu gereja pun ikut sharing pengetahuan tentang bahaya narkoba dan bagaimana mencegahnya," tutur Sufyan.

Dari informasi yang dihimpun, seminar “Waspadai Narkoba di Jaman Now” itu diinisiasi Forum Komunikasi Tionghoa Indonesia (Fokti) bersama BNNP Jabar. Ribuan peserta yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, penggiat komunitas, ibu rumah tangga, pemuka agama, dll itu menunjukkan kepeduliannya untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba.