Ade Yasin Tunda Penerapan Perbup Jam Tayang Operasional Truk Tambang

Ade Yasin Tunda Penerapan Perbup Jam Tayang Operasional Truk Tambang
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Parungpanjang - Peraturan Bupati (Perbup) tentang jam tayang angkutan truk tambang yang rencananya diterapkan awal Bulan September tak kunjung terealisasi.

Bupati Bogor Ade Yasin beralasan banyak persoalan yang menjadi pertimbangan. Salah satunya, untuk menghindari konflik.

"Kita ini berbeda dengan Pemkab Tanggerang karena warga kita ada yang berusaha atau hidup dari  usaha tambang dan Pemkab Bogor masih memberikan peluang untuk masyarakat selagi usahanya legal, hingga kita sulit menerapkan Perbup tentang jam tayang angkutan truk tambang tersebut," ucap Ade kepada wartawan, Rabu (9/10/2019).

Ia menerangkan untuk sementara, Pemkab Bogor pun mengikuti Perbup Tanggerang nomor 46 tahun 2018 yang menerapkan jam tayang operasional truk tambang dari pukul 22.00 hingga 05.00 WIB sesuai Peraturan Bupati (Perbup).

"Kami saat ini masih melakukan beberapa kali uji coba buka tutup lalu lintas truk tambang dan menyesuaikan jam operasional truk tambang dengan Perbup Tanggerang nonor 46 tahun 2018 hingga nanti menemukan waktu yang tepat agar tidak menimbulkan konflik yang baru," terangnya.

Ade menjelaskan untuk meminimalisir kemacetan yang diakibatkan lalu lintas truk tambang, jajarannya sudah melaksanakan upaya mencari lahan untuk kantung parkir, mencari lahan jalan khusus tambang hingga menawarkan investor untuk membangun jalan khusus tambang tersebut.

"Pemkab Bogor sudah meminta pinjam lahan Perhutani untuk digunakan sebagai kantung parkir dan jalan khusus tambang, minggu kemarin saya juga sudah bertemu perusahaan raksasa asal Korea Selatan Pohang Iron and Steel Company Engineering & Construction (POSCO E & C) untuk menawarkan investasi jalan khusus tambang sepanjang 13,7 Km di wilayah Parung Panjang dan Rumpin namun mereka akan membuat feasibility study (FS) terlebih dahulu sebelum menyetujuinya," jelas Ade.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor Ade Yana Mulyana menuturkan penerbitan Perbup tentang jam tayang operasional truk tambang yang rencananya di awal Bulan September ditunda karena adanya masukan dari anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Awalnya, Perbup tentang jam tayang angkutan truk tambang hanya berlaku di tiga kecamatan saja yaitu Parungpanjang, Rumpin dan Gunung Sindur sementara keinginan masyarakat melalui anggota DPRD Kabupaten Bogor berkeinginan perbup tersebut juga berlaku di kecamatan lainnya yang juga terdampak adanya lalu lintas truk tambang.

"Adanya masukan dari anggota DPRD Kabupaten Bogor tentunya kami perhatikan dan kami akan melakukan kajian terlebih dahulu apakah Perbup tentang jam tayang operasional truk tambang ini akan diberlakukan di semua wilayah atau di kecamatan tertentu saja," ucap Ade Yana Mulyana.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Ahmad Tohawi melanjutkan jajarannya berharap dengan adanya Perbup Bogor tentang jam tayang operasional truk tambang maka akan menjadi acuan resmi bagi para pengusaha tambang maupun angkutannya.

"Selama ini pengaturan jam tayang angkutan truk tambang di Kabupaten Bogor kan berdasarkan kesepakatan di masing-masing kecamatan hingga waktunya kerap tidak tentu dan menjadi polemik baru, maka dengan adanya Perbup Bogor  tentang jam tayang operasional truk tambang maka akan menjadi pegangan petugas untuk menindak  pengemudi truk tambang melanggar aturan," lanjut Tohawi. (Reza Zurifwan)
 

Loading...