Properti Bandung Selatan Menggeliat

Properti Bandung Selatan Menggeliat
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Seiring pembangunan proyek infrastruktur, pengembang properti di kawasan Bandung Selatan terus menggeliat. Satu di antaranya tampak dari proyek hunian resort Podomoro Park Bandung.

Marketing General Manager Podomoro Park Bandung Tedi Guswana mengatakan, imbas dari masifnya proyek infrastruktur itu pasar properti Jabar relatif semakin agresif. Selain sejumlah pengembang nasional mulai melirik Bandung, pengembang lokal pun diakuinya mulai menggeliat.

“Dikarenakan sejumlah infrastruktur yang masif dilakukan, Jabar nantinya diprediksi menjadi megapolitan. Kini, properti di Bandung dan Jabar secara keseluruhan mulai bergerak,” kata Tedi di Bandung, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya, 2018-2019 ini notabene merupakan tahun sulit bagi bisnis properti Indonesia pada umumnya. Namun, masa itu justru menjadi tahun kejayaan PT Agung Podomoro Land yang kini menginjak usia ke-50 tahun. Bahkan, pada Kamis (10/10/2019) ini Podomoro Park Bandung meluncurkan kluster terbaru Bhayugriya.

Dia menyebutkan, kluster anyar tersebut merupakan sebuah properti masterpiece dengan klasifikasi delux. Pembukaan kluster Bhayugriya itu dilakukan karena stok delux yang dimiliki hanya tersisa sebanyak 10%.

“Berdasarkan hal itu, kita mempercepat launching kluster baru sekarang. Asalnya, kluster baru itu akan diluncurkan akhir tahun ini,” tambahnya.

Lebih rinci, Tedi menyebutkan total unit kluster yang ditawarkan hanya sebanyak 160 unit. Dikarenakan lokasinya berada paling depan kawasan Podomoro Park Bandung, kluster istimewa ini dibanderol Rp1,8-2,1 miliar per unit.

Setiap unit kluster tersebut terdiri dari dua tipe hunian dua lantai. Yakni, Nayaka berukuran 6x17 m2 dan Askara berukuran 7x18 m2. Khusus kluster tersebut harus di-booking mulai Kamis (10/10/2019) sebagai awal dari skema nomor urut pemesanan (NUP).

Sejauh ini, Tedi mengaku pasar Podomoro Park mayoritas konsumen lokal. Sekitar 80-85% itu pasar Bandung dan Bandung Raya. Selain itu, 80% pemesan hunian tergolong pasar muslim.

“Sebagai tahap awal pembangunan Bhayugriya, pada Desember nanti akan dibangun 50 unit,” imbuhnya.

Sementara itu, Marketing Manager Podomoro Park Bandung Dipa Teguh menyebutkan proyek properti  ini menjadi fenomena dengan penjualan mencapai lebih dari 600 unit hanya dalam rentang waktu satu tahun. Keberhasilan itu diraih karena sejumlah faktor. Namun, hal signifikan yang terlihat yakni shifting strategi pasar dari yang sebelumnya fokus ke investor kini beralih ke end-user.  

“Strategi pasar ini mengharuskan Podomoro Park Bandung memiliki unique selling point yang luar biasa untuk menarik minat konsumen  tinggal, menghuni, dan berbisnis di properti yang mereka miliki,” ucapnya.

Dia menyebutkan, salah satu nilai jual yang dimiliki yakni kawasan ini berada di lintasan Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya. Untuk akses premium tersebut, pada tahap pembangunan koridor 7 tahap 2 proyek LRT itu pihaknya mengajukan kepada pihak pemegang kewenangan untuk mendirikan stasiun LRT di Podomoro Park Bandung.

Dipa pun optimistis kluster ini dapat terserap pasar karena setiap unit hunian itu dilakukan penyegaran desain fasad dengan gaya modern kontemporer. Dimana keleluasaan memilih posisi premium hunian di bagian depan pintu kluster yang memiliki akses terdekat dengan danau.

Selain itu, Bhayugriya juga memiliki sebuah clubhouse mewah dengan konsep resort bintang lima. Di dalamnya terdapat infinity pool mewah, kid’s pool, jaccuzi, fitness center, lapangan basket, taman bermain anak, barbeque court, garden walk, community hall, dan bike rental station. (dnr)