Netty Prasetiyani Ajak Warga Jabar dari Wamena Menata Masa Depan

Netty Prasetiyani Ajak Warga Jabar dari Wamena Menata Masa Depan
Perwakilan anggota DPR RI Fraksi PKS Netty Prasetiyani mengajak warga asal Jawa Barat yang baru datang dari Wamena untuk menyiapkan rencana masa depan. (Rianto Nurdiansyah)

INILAH, Bandung- Perwakilan anggota DPR RI Fraksi PKS Netty Prasetiyani mengajak warga asal Jawa Barat yang baru datang dari Wamena untuk menyiapkan rencana masa depan. Salah satunya, membangun kembali usaha atau aktivitas ekonomi lainnya guna kembali merasakan kehidupan normal di kampung halaman.

Diketahui, Netty menyambut kedatangan warga Jabar yang datang dari Wamena, Papua secara langsung di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (9/10/2019). Bahkan, turut menemani mereka di dalam bus yang membawa ke kampung halaman masing-masing. Pada kesempatan ini, Netty ditemani pula oleh anggota DPRD provinsi Jawa Barat Fraksi PKS Abdul Muiz.

Sembari mendengarkan curhatan dari warga Jabar yang baru pulang dari Papua itu, Netty meyampaikan turut merasa prihatin yang mendalam atas kejadian yang menimpa mereka. Dia berharap dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut agar mampu bersyukur karena selamat dari hal-hal yang buruk.

"Ini adalah hal yang positif kepulangan mereka sebagai momentum menguatkan ikatan kekeluargaan dan kekerabatan setelah selama berbelas dan berpuluh tahun ‘ngumbara’ atau merantau disana," ujar Netty. 

Istri dari mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ini pun mengucapkan terima kasih pada Tim Gabungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Di mana untuk membawa pulang para warga dari Papua tersebut melibatkan unsur Dinsos Jawa Barat, Jabar Quick Respon, Baznas Jawa Barat dan DT Peduli.

Dia sampaikan, pihak-pihak tersebut telah membantu proses kepulangan hingga menyediakan layanan kesehatan, pengelolaan dapur umum dan upaya menyiapkan program pasca peristiwa. 

"Saya meminta pemeritah pusat untuk melakukan investigasi akar persoalan kerusuhan secara tuntas. Jika mungkin, DPR RI mendorong dibuat pansus, mengingat jumlah korban dan dampak material yang cukup besar serta dapat mengancam disintegrasi bangsa di Papua," tuturnya. 

Adapun dari data Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat Barnas Ajidin,  jumlah warga yang dipulangkan dengan tiga kali penerbangan ini berjumlah 69 orang berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat dan 14 orang di antaranya adalah perempuan. (Rianto Nurdiansyah)