Ratusan Miliar Anggaran Pembangunan di Garut Tak Terserap

Ratusan Miliar Anggaran Pembangunan di Garut Tak Terserap
Penataan kawasan Situ Bagendit, Kabupaten Garut, gagal terealisasi di tahun 2019. (Zainulmuktar)

INILAH, Garut-  Menjelang triwulan keempat pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2019, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut bersumberkan APBD dipastikan tak akan terealisasi. Besaran nilai anggaran negara/daerah yang tak terserap diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

“Melihat kondisi hingga saat ini, anggaran yang tak terserap dari APBD Garut sekitar Rp50-Rp60 miliar. Anggaran bantuan provinsi (APBD Provinsi Jabar) lebih besar lagi. Karena banyak kegiatan yang memang tak bisa dilaksanakan tahun ini,” kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Garut Agus Ismail, Rabu (9/10/2019).

Menurut Agus Ismail akrab disapa Agis, ada beragam faktor menyebabkan berbagai kegiatan pembangunan tersebut gagal, atau tak bisa direalisasi pada 2019 ini, sekalipun telah dianggarkan. Ada yang karena gagal lelang, belum ada Detail Engineering Design (DED), dan lainnya.

Salah satu kegiatan gagal dilaksanakan karena gagal lelang yakni pembangunan pusat pengembangan budaya dan kreativitas senilai Rp6,55 miliar, dan penataan wisata Situ Bagendit senilai Rp29 miliar didanai APBD Provinsi Jabar. Sedangkan untuk dilelang ulang, waktunya sudah tak memungkinkan lagi.

Ada juga pembangunan jalan gagal dilaksanakan karena belum ada DED-nya.

“Sedangkan Pasar Cikajang, tak bisa dilaksanakan tahun ini karena belum ada kesepakatan dengan pihak IWAPA (Ikatan Warga Pasar) Cikajang mengenai relokasi ke lokasi pasar sementara,” kata Agis.

Dia menyebutkan, kendati banyak kegiatan gagal dilaksanakan tahun ini, kegiatan tersebut dapat direalisasi pada 2020.

“Karena sudah dianggarkan di 2019 maka dialokasikan lagi untuk 2020,” ujarnya.

Berbeda dengan kegiatan didanai APBD Garut, Agis menyebutkan kegiatan didanai APBD Provinsi yang gagal dilaksanakan pada TA 2019 maka bisa tidaknya dialokasikan, dan direalisasikan di 2020 itu lebih bergantung pada kebijakan pihak Pemprov Jabar sendiri.

Agis meyakinkan, kendati sejumlah kegiatan bantuan APBD Provinsi TA 2019 gagal dilaksanakan namun anggarannya masih berada di kas daerah Pemprov Jabar.

 Khusus mengenai pembangunan Pasar Cikajang semula direncanakan dilaksanakan dua tahap pada 2019, dan 2020, dengan adanya kegagalan realisasi pada 2019 maka pelaksanaanya direncanakan selesai satu tahun berjalan pada 2020 dengan total anggaran senilai Rp65 miliar.(zainulmukhtar)