Polres Bandung Prioritaskan Pemadaman Dua Titik Karhutla di Kabupaten Bandung

Polres Bandung Prioritaskan Pemadaman Dua Titik Karhutla di Kabupaten Bandung
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bandung terus dilakukan. Hingga saat ini, terdapat  dua titik karhutla yang menjadi prioritas untuk dipadamkan. Yakni, di Kawah Putih dan Puncak Mega, Gunung Malabar. 

Untuk melakukan pemadaman, Pemkab Bandung mendatangkan satu unit helikopter milik BNPB jenis M17 spesialis water boombing. Helikopter didatangkan pada Rabu (9/10/2019). Helikopter itu rencananya akan melakukan pemadaman karhutla melalui udara. 

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengatakan, untuk pemadaman di Kawah Putih saat ini ditunda terlebih dahulu. Sebab, awan dan kabut tebal turun dan menyebabkan jarak pandang pilot menjadi terbatas. 

"Untuk Kawah Putih ditunda. Awalnya saat rapat koordinasi tadi pagi di Lanud Husein Sastranegara, rencana helikopter akan memadamkan api ke Kawah Putih. Karena setelah survey ternyata awan turun jadi ditunda," kata Indra di Soreang, Kamis (10/10/2019).

Menurut Indra, helikopter akan bergeser ke Puncak Mega. Pilot helikopter saat ini tengah melakukan survey untuk memastikan kondisi apakah bisa dilakukan pemadaman atau tidak. 

Indra mengatakan, kondisi di Kawah Putih sendiri saat ini secara kasat mata titik api sudah tidak ada. Namun, pihaknya khawatir masih ada bara yang sewaktu-waktu api bisa kembali menyala. Maka dari itu, personel gabungan yang berjumlah 280 orang tetap melakukan pendinginan dengan cara manual. 

"Karena tidak bisa menggunakan helikopter, pendingingan dilakukan dengan cara manual dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran yang memiliki selang sepanjang 1 kilometer," ujarnya. 

Di Puncak Mega, lanjut Indra, personel gabungan yang berjumlah 200 orang juga dikerahkan untuk membantu memadamkan api, selain dibantu dengan helikopter. Untuk pengambilan air sendiri, helikopter memanfaatkan Situ Cileunca dan Situ Patenggang. 

"Untuk di Puncak Mega airnya diambil dari Situ Cileunca. Kalau rencana untuk Kawah Putih ambil dari Situ Patenggang," katanya. (Dani R Nugraha)

Loading...