Jokowi: 10 Warga Kabupaten Bogor Kena OTT

Jokowi: 10 Warga Kabupaten Bogor Kena OTT

INILAH, Cibinong - Pembuang sampah sembarangan masih saja terjadi. Padahal, Pemkab Bogor sudah mensosialisasikan peraturan daerah (Perda) nomor 2 tahun 2014 tentang pengendalian sampah dan Perda nomor 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum.

Yang terbaru, hari ini Pengadilan Negeri (PN) Cibinong menyidangkan 10 warga yang melakukan pembuangan sampah, mereka dikenakan sanksi denda Rp 100 hingga 200 ribu rupiah.

“Hari ini ada 10 warga yang kami amankan saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jembatan PDAM Tirta Kahuripan, Cibinong. Lima orang yang hadir di persidangan dikenakan sanksi denda Rp100 ribu sementara lima orang lainnya yang tidak hadir dikenakan sanksi denda Rp 200 ribu,” ujar Joko Widodo, Kasie Penyelidikan dan Penyidikan bidang penegakan perda Satpol PP Kabupaten Bogor, Kamis (10/10).

Mantan Penyidik PNS ini menambahkan hingga pekan kedua bulan Oktober, jajarannya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLh) sudah menyidangkan 75 warga pembuang sampah sembarangan yang melakukan aksinya di wilayah Cibinong dan Bojonggede.

“Selain 75 warga pembuang sampah, kami juga menyidangma 181 Pedagang Kaki Lima (PKL), 16 penjual minuman keras, 2 orang yang memiliki bangunan tidak ber-IMB hingga totalnya berjumlah 274 orang," tambahnya.

Jokowi, sapaan akrabnya, menjelaskan dari 75 warga pembuang sampah yang kena OTT, belum ada yang tertangkap dua kali hingga Ia berpikir ada efek jera dari aksi OTT.

"Mungkin ada efek jeranya hingga warga yang pernah kena OTT tidak tertangkap lagi, kalaupun ada yang terkena OTT lagi kami akan meminta majelis hakim untuk memberatkan sanksi yang lebih berat," jelas Jokowi. (reza zurifwan)
 

Loading...