Masyarakat dan Muspida Kab Bandung Gelar Salat Istisqo di Lapangan Upakarti

Masyarakat dan Muspida Kab Bandung Gelar Salat Istisqo di Lapangan Upakarti
(Foto: Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Ratusan orang masyarakat bersama Bupati Bandung Dadang M Naser dan juga Muspida di Kabupaten Bandung, menggelar salat sunah Istisqa atau salat meminta hujan di Lapangan Upakarti Komplek Pemkab Bandung, Kamis (10/10/2019). Pelaksanaan salat istisqa diimami KH Busiri Muslim tokoh agama di Kecamatan Kutawaringin. 

Pelaksanaan salat Istisqa berlangsung khusyu, meski terik matahari cukup menyengat. Doa untuk meminta hujan pun terus menggema dan dipanjatkan oleh seluruh jamaah seusai pelaksanaan salat. Suasana pun menjadi haru. 

Bupati Bandung, Dadang M Naser berharap doa yang dipanjatkan jamaah saat pelaksanaan salat Istisqa segera dikabulkan Allah. Sebab, masyarakat saat ini mendambakan turunnya hujan. 

"Di musim kemarau ini kami menetapkan siaga satu. Mengingat banyak titik api yang menjadi awal mula kebakaran hutan maupun lahan di wilayah Kabupaten Bandung," kata Dadang.

Sejumlah peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bandung saat ini, kata dia, juga mendapat sorotan Kepala BNPB Doni Monardo. Ia bahkan sempat meminta agar BNPB membantu memadamkan api dengan menggunakan helikopter water boombing. 

"Saya telepon Pak Doni dan beliau merespons. Saya minta agar dapat bantuan helikopter untuk memadamkan api. Saya berharap hujan segera turun. Sehingga api yang membakar hutan dan lahan bisa segera padam," ujarnya.

Dikatakan Dadang, penyebab karhutla di Kabupaten Bandung diduga akibat ulah tangan manusia. Banyak petani yang sengaja membakar lahan untuk membuka areal lahan. Tapi justru apa yang dilakukan para petani justru menjadi musibah. Niat membakar lahan untuk membuka lahan baru justru merembet kemana-mana. 

"Petani ini harus dikasih edukasi. Pola membuka lahan barunya salah. Jadi harus dihentikan," katanya. 

Setidaknya hingga saat ini, terdapat 142 titik api yang memyebabkan karhutla di Kabupaten Bandung. Pemkab Bandung kata Dadang, bahkan harus mengeluarkan uang senilai miliaran rupiah untuk mengantisipasi dan memadamkan kebakaran tersebut.

"Berapa miliar saja yang kami keluarkan akbat ulah tangan manusia ini," ujarnya. 

Mendekati musim hujan, Dadang juga mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung untuk membersihkan gorong-gorong yang dipenuhi sampah. Sehingga saat musim hujan tiba, sampah-sampah tersebut tidak menyebabkan banjir. 

Hal tersebut sangat penting, mengingat wilayah Kabupaten Bandung kerap dilanda banjir saat musim hujan. Kondisi ini diperkuat dengan wilayah Kabupaten Bandung yang berada di Cekungan Bandung.

"Danau atau situ yang dulu banyak sekarang sudah tidak ada. Makanya harus ada danau lagi. Nanti danau buatan akan dibangun. Jadi untuk penanggulangannya tidak cukup dengan pembangunan terowongan air di Curug Jompong, Kecamatan Margaasih, saja," katanya.(rd dani r nugraha).

Loading...