Setelah Selesai Salat Istiska, Soreang Diguyur Hujan

Setelah Selesai Salat Istiska, Soreang Diguyur Hujan
Ratusan masyarakat seputar Kota Soreang bersama Bupati Bandung Dadang M Naser beserta jajarannya melakukan salat sunat tersebut di Lapangan Upakarti Kompleks Pemkab Bandung-Soreang, Kamis (10/10/2019). (istimewa)
Setelah Selesai Salat Istiska, Soreang Diguyur Hujan

INILAH, Soreang - Musim kemarau begitu panjang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menggelar Salat Istiska berjamaah. Ratusan masyarakat seputar Kota Soreang bersama Bupati Bandung Dadang M Naser beserta jajarannya melakukan salat sunat tersebut di Lapangan Upakarti Kompleks Pemkab Bandung-Soreang, Kamis (10/10/2019).

Salat diimami KH Busyiri Muslim, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Burdah Kutawaringin. Tampak para alim ulama, para santri, pelajar dan unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Bandung turut berjamaah melaksanakan salat itu.

Semoga, Allah mendengar doa kita semua dan diijabah. Siang ini di Soreang, turun hujan. Ini bagian dari ikhtiar kami untuk mengharap rida-Nya menghadapi kekeringan yang sudah dinyatakan siaga satu.

“Beberapa titik api juga sudah mulai masuk ke beberapa hutan lindung kita. Semoga hujan cepat turun juga di wilayah lainnya, terutama di titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga pemadaman menjadi lebih mudah,” harap Dadang M Naser.

Bupati menilai, bencana datang akibat ulah tangan manusia. Manusia kadang mengabaikan aturan dan etika. Dalam kasus karhutla saat ini, kata bupati manusia tidak bersahabat dengan alam dan lingkungan.

Habluminannas, habluminallah dan hablum minal a’lam ini yang harus kita perkuat lagi. Hal-hal yang sederhana adalah tidak membuang sampah sembarangan atau rajin membersihkan gorong-gorong saat nanti musim hujan,” tegasnya.

Sementara dalam khotbahnya, Busyiri Muslim menyampaikan bahwa Salat Sunat Istiskaa adalah perintah yang dicontohkan Rasulullah. Salat Istiska, kata Busyiri, adalah salat yang jarang dilakukan. Salat istisqa dilakukan tergantung dengan kondisi, seperti menghadapi kemarau yang cukup panjang, sehingga menyulitkan manusia untuk mendapatkan air.

“Dalam menghadapi musim kemarau yang panjang ini tentunya dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan. Jangan putus berdoa agar segala upaya yang kita lakukan, mendapat berkah dari Allah Subhannahu wa Ta’ala,” pungkasnya. (agus sn)