Pemprov Jabar Geber Pembangunan 23 Jantung Desa

Pemprov Jabar Geber Pembangunan 23 Jantung Desa
ilustrasi/net

INILAH, Bandung - Kini, Pemprov Jabar mempercepat pembangunan infrastruktur desa. Satu di antaranya yakni program Jembatan Gantung (Jantung) Desa yang berguna memudahkan akses masyarakat. Pembangunan Jantung Desa ini terus digeber. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPM-Desa) Dedi Supandi mengatakan, saat ini terdapat 6 dari dari 23 Jantung Desa yang progres pembangunannya sudah terlihat. Bahkan, dua di antaranya yakni Jantung Desa di Desa Sukaresmi dan Caringin Sukabumi tahap pembangunannya mencapai 100%. 

"Untuk di Desa Malati (Cianjur) dan Hegarmanah (Garut) sudah 99%. Desa Kalibunder (Sukabumi) sudah 75% selesai. Adapun Desa Mekarjaya Cidaun Cianjur sedang membuka jalan dan penggalian pondasi," ujar Dedi, Jumat (11/10/2019). 

Terkait anggaran, dia menyampaikan setiap Jantung Desa digelontorkan sekitar Rp200 juta melalui APBD. Kendati demikian, terdapat lima lokasi yang anggaranya berdasarkan Detail Engineering Design (DED) di atas Rp200 juta. Kelima lokasi tersebut yaitu di Desa Patimban Subang, Desa Mekarsari Kuningan, Desa Ciberung Kuningan, Desa Sukaasih Tasikmalaya, dan Desa Bantarujeg Majalengka. 

"Lima lokasi ini dananya membengkak lantaran faktor panjang dan pondasi jembatan itu sendiri. Sementara dalam anggaran hanya terpatok di angka Rp200 juta per jembatan," katanya.

Karena itu, dia sampaikan, pihaknya melakukan kolaborasi melalui Corporate Social Responsibility (CSR) guna memaksimalkan pembangunan Jantung Desa ini. 

"Yang CSR itu anggarannya langsung ke desa," tambahnya.

Lebih lanjut, Dedi mengaku pembangunan Jantung Desa ini mendapat tanggapan positif dari masyarkat. Lantaran, mereka sudah berharap adanya jembatan yang menyambungkan akses desa sejak lama. 

"Tanpa kami minta, mereka ikut membantu. Ada yang membawakan bahan baku material dan lain-lain secara sukarela," katanya.

Adapun dinamika yang terjadi selama pembangunan yaitu rata-rata lokasi Jantung Desa jauh dari pusat kota. Hal ini menyulitkan ketika hendak mengangkut material lantaran tidak dapat dimasuki kendaraan. 

"Ada beberapa kondisi bahan baku dan material yang memang harus dibawa oleh tenaga kerja. Misalnya di Cianjur Selatan dan Sukabumi Dalam juga sama," katanya.

Dalam pengembangan Jantung Desa ini, dia menambahkan, pihaknya pun mendapat dukungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar. "Ada kolaborasi kegiatan lain dari pengembangan jembatan itu ada program padat karya dari dukungan Dinas Tenaga Kerja," katanya. (Rianto Nurdiansyah) 

Loading...