1.500 KK warga Desa Tenjolaya Pasirjambu Kesulitan air Bersih

1.500 KK warga Desa Tenjolaya Pasirjambu Kesulitan air Bersih
Warga Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung sedang antre air bersih. (Rd Dani R Nugraha)

INILAH, Bandung - Ribuan Kepala Keluarga (KK) warga di 12 RW Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, kesulitan air bersih. Maraknya pembangunan perumahan yang menyisihkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) diduga menjadi salah satu penyebabnya.

Tokoh masyarakat Desa Tenjolaya, Ismawanto Somanti mengatakan, daerahnya sejak dulu memang tak memiliki sumber air bersih yang melimpah. Karena memang letak geografis desanya itu sebagian berupa perbukitan. Namun demikian, kebutuhan air bersih warga di desanya itu tak pernah kekurangan.

"Kalau dulu walaupun tidak melimpah tapi air ada untuk kebutuhan sehari-hari warga. Nah, sejak sekitar 20 tahun terakhir ini, setiap kemarau pasti 12 RW dari 22 RW di desa kami sumur-sumur mengering. Ini terjadi karena semakin banyak lahan yang dijadikan perumahan dan otomatis pepohonan yang berfungsi sebagai resapan air terus berkurang," kata Ismawanto, Minggu (13/10/2019).

Ismawanto menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga di 12 RW tersebut cukup sulit. Untuk meringankan beban masyarakat, setiap musim kemarau ia membantu masyarakat dengan memberikan air bersih gratis. Setiap RW yang kesulitan air itu dikirim 2-3 tangki air bersih.

"Di desa ini jumlahnya ada 22 RW dan 12 RW selalu kesulitan air setiap musim kemarau. Kami membantu meringankan beban warga yang mencapai 1.500 dari total 4.000-an KK ini. Ada yang langsung didrop dengan mobil tangki dan ada juga dengan memberdayakan warga yang punya mobil dan kami sediakan air bersihnya. Ini rutin kami lakukan setiap musim kemarau," ujarnya.

Ismawanto melanjutkan, ke depan dia tak ingin lagi melihat sebagian warga desanya kesulitan air bersih setiap musim kemarau. Ia bersama warga di desanya akan memprioritaskan pembangunan sarana air bersih.

Selain itu, upaya penghijauan dan pembuatan sumur resapan akan dilakukan. Tujuannya, ketika musim hujan, air bisa terserap dan menjadi cadangan air disaat kemarau tiba.

"Sumber air ada di bawah sekitar 1 km dari permukaan. Kami akan mencari cara agar air dari sana bisa dinaikkan ke sini. Selain itu, kami juga mengajak warga agar menanam pohon dan membuat sumur resapan di halaman rumah masing-masing. Ini sangat penting untuk mengatasi masalah yang setiap kemarau terus berulang," pungkasnya. (Rd Dani R Nugraha)

Loading...