Banyak Proyek Gagal Lelang, Puluhan Miliar Anggaran Pembangunan di Garut Tak Terserap

Banyak Proyek Gagal Lelang, Puluhan Miliar Anggaran Pembangunan di Garut Tak Terserap
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Bagian Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut mengatakan, hingga saat ini ada setidaknya delapan paket kegiatan pembangunan mengalami gagal lelang. Itu dipastikan tidak akan terealisasi tahun ini.

Beberapa paket kegiatan gagal lelang tersebut meliputi kegiatan konstruksi, konsultasi, dan bangunan. Sebagian didanai APBD Kabupaten Garut dan lainnya APBD Provinsi Jabar.

Sejumlah paket kegiatan gagal lelang dan dipastikan tidak terealisasi tahun ini yakni Penataan Daya Tarik Wisata Situ Bagendit senilai Rp29 miliar, Peningkatan Ruas Jalan Toblong-Simpang Cibalong senilai Rp6 miliar, Pembangunan Jembatan Cimanuk Maktal 2 senilai Rp3,9 miliar, Pembangunan Jembatan Ciojar senilai Rp5,8 miliar, dan Pembangunan Poned Puskesmas Cisurupan senilai Rp1,094 miliar.

Berdasarkan hal itu, setidakny terdapat lebih dari Rp45 miliar dana anggaran pembangunan di Garut tak terserap pada 2019 ini.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah Garut Muksin mengtakana, kedelapan paket kegiatan pembangunan tersebut mengalami gagal lelang karena tidak ada penyedia jasa peserta lelang yang memenuhi kualifikasi. Namun. dia tak merinci kualifikasi yang dimaksudkan.

“Mungkin sisi penawaran, atau sisi teknisnya,” ujar Muksin di kantornya, beberapa waktu lalu.

Dia membantah kegagalan lelang paket-paket tersebut karena ada intervensi pihak lain dalam proses lelang. Muksin menuturkan, semua paket gagal lelang itu bukan hanya bisa diketahui penyedia jasa peserta lelang melainkan juga masyarakat umum karena diumumkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE ) Jawa Barat.

Disinggung mengenai adanya paket kegiatan tak terealisasi pada TA 2019 padahal sudah ditetapkan pemenang lelangnya, Muksin berkilah hal itu di luar urusan, dan kewenangannya.

“Kita sebatas memroses lelang hingga didapatkan pemenang. Sedangkan realisasinya di luar urusan kita. Itu sudah ada di wilayah SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) bersangkutan,” ujarnya.

Meski demikian, dia menyebutkan paket kegiatan gagal lelang pada TA 2019 ini terhitung lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Garut Agus Ismail mengatakan, ada beberapa kegiatan pembangunan yang sudah dianggarkan pada TA 2019 namun ternyata tak dapat direalisasikan dengan berbagai alasan.

“Melihat kondisi hingga saat ini, anggaran yang tak terserap dari APBD Garut sekitar Rp50-60 miliar. Anggaran bantuan provinsi (APBD Provinsi Jabar) lebih besar lagi. Karena banyak kegiatan yang memang tak bisa dilaksanakan tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, ada beragam faktor menyebabkan berbagai kegiatan pembangunan tersebut gagal atau tak bisa direalisasi pada 2019. Di antaranya karena gagal lelang, belum ada Detail Engineering Design (DED), dan lainnya. Contohnya, Revitalisasi Pasar Cikajang senilai Rp29 miliar serta Pembangunan Pusat Pengembangan Budaya dan Kreativitas senilai Rp6,55 miliar. (Zainulmukhtar)

Loading...