Disdik Kota Cimahi Dorong Literasi dan Tuntaskan Buta Aksara

Disdik Kota Cimahi Dorong Literasi dan Tuntaskan Buta Aksara
Disdik Kota Cimahi Dorong Literasi dan Tuntaskan Buta Aksara

PERINGATAN Hari Aksara Internasional 2019 tingkat Kota Cimahi digelar meriah. Tak hanya menjadi momentum dalam mendorong gerakan literasi, Disdik Kota Cimahi juga menargetkan penuntasan buta aksara khususnya pemberantasan buta aksara Alquran.

Dinas Pendidikan Kota Cimahi menggelar serangkaian lomba dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional 2019 tingkat Kota Cimahi. Kegiatan yang digelar dua hari berturut-turut ini digelar di Gedung IKIP Siliwangi, Jalan Terusan Jenderal Sudirman, Kelurahan Baros, Kota Cimahi, Sabtu (12/10) hingga Minggu (13/10).

Dalam kegiatan ini, di samping mendorong gerakan literasi, Dinas Pendidikan Kota Cimahi juga mencari Duta Aksara Tingkat Kota Cimahi yang akan dikirim ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Di samping itu, peringatan Hari Aksara Internasional juga menjadi momentum untuk menuntaskan pemberantasan buta aksara khususnya buta aksara Alquran di Kota Cimahi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Hendra Gunawan mengungkapkan, peringatan Hari Aksara Internasional tingkat Kota Cimahi merupakan pertama kalinya digelar. Dia berharap momentum tersebut dapat dijadikan sebagai upaya mendorong gerakan literisasi di Kota Cimahi. Terlebih, pada dasarnya gerakan literasi sudah dimulai dari zaman rasul hingga sekarang ini.

"Kalau kita berangkat dari pendekatan keagamaan justru menurut agama Islam hukumnya wajib karena Nabi Muhammad pertama mendapatkan wahyu untuk melakukan gerakan literasi, yaitu ketika diperintah Allah melalui Malaikat Jibril untuk membaca atau iqra,” ungkap Hendra.

Dia menuturkan, merujuk pada pesan Mendikbud, literasi saat ini banyak pengembangan, seperti halnya literasi digital, budaya, finansial serta literasi lainnya. Karenanya untuk membina literasi tidak cukup hanya sekadar membaca, berhitung, dan menulis, tetapi sudah harus dimaknai lebih luas lagi.

”Maka tugas pokok kita sekarang ini adalah untuk meningkatkan peranan pendidikan dalam menyongsong abad ke-21, menyiapkan generasi emas 2045 dalam rangka memasuki era revolusi industri 4.0,” tandasnya.

Hendra juga mengapresiasi peserta yang turut ambil bagian dalam kegiatan lomba. Dia berharap, rangkaian kegiatan tersebut digelar dengan tetap menjaga sportivitas. Sehingga, juara yang dihasilkan benar-benar kapabel, memiliki kemampuan, dan mampu menjadi duta Kota Cimahi di tingkat provinsi bahkan nasional.

Lebih lanjut Hendra menambahkan, perlombaan diikuti 190 peserta dan 600 warga pembelajar, termasuk dari unsur peserta didik keaksaraan, tutor pengelola PKBM, TBM dan tutor UPTD SPNF SKB dari 25 Pendidikan Non Formal.

Hal senada ditambahkan, Kepala Bidang PPD, Ervin Narto. Menurutnya, Hari Aksara Internasional (HAI) telah ditetapkan untuk diperingati setiap tanggal 8 September melalui konferensi UNESCO pada tanggal 26 Oktober 1966.

Sejak penyelenggaraan HAI pertama kali tahun 1966, peringatan selalu dilakukan setiap tahunnya sebagai wujud memajukan agenda keaksaraan di tingkat global, regional, serta nasional.

Dia menambahkan, peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) yang dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah Provinsi Jawa Barat, memiliki arti yang sangat penting dalam pemberantasan buta aksara, sebagai upaya memperkuat komitmen dalam melaksanakan gerakan literasi nasional.

Untuk mendukung HAI, secara tegas pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang No 30 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, Inpres No 06 Tahun 2006 tentang wajib belajar 9 tahun, serta Permendikbud No 08 Tahun 2014, perihal pedoman penyelenggaraan pendidikan aksara dasar.

Ervin mengatakan, pihaknya akan berupaya menindaklanjuti program penuntasan buta aksara sesuai instruksi presiden dan pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kota Cimahi.

"Intinya jangan sampai warga kembali buta aksara, kita tetap berupaya untuk menuntaskan dalam mengembangkan keaksaraan fungsional. Seperti halnya dengan program keaksaraan usaha mandiri, serta mendukung peningkatan RLS di Kota Cimahi, Jawa Barat, dan nasional,” tutur Ervin.

Selanjutnya, Ervin menambahkan perihal tujuan diadakan lomba adalah untuk mencari duta dalam Hari Aksara Internasional (HAI), untuk selanjutnya dipertandingkan di tingkat provinsi  mendatang.

“Di sinilah ajang pembuktian mereka yang berprestasi, siapa yang mampu menjadi nomor satu, dialah yang akan mewakili Kota Cimahi ke tingkat provinsi, jangan terkesan asal tunjuk,” paparnya.

Ervin berharap, sasaran pelaksanaan kegiatan dapat terwujud dengan hasil yang maksimal sesuai kemampuan peserta didik.

“Jelas, ini kan melibatkan semua unsur dalam penilaian lomba, seperti halnya juri dari unsur akademisi, Dinas Pendidikan, dan praktisi pendidikan nonformal, saya yakin mereka yang terlibat profesional, itu yang kita harapkan,” pungkasnya. (adv)

 

Loading...